Potret Relawan Satwa Merawat Hewan Di Zona Berbahaya Gunung Agung!

0
1421
Relawan Satwa Gunung Agung
Copyrigth ©antarafoto

Sekelompok Relawan yang Harus Berada di Zona Berbahaya Gunung Agung Demi Menyelamatkan Sejumlah Satwa

Indowarta.com – Terdengar suara anjing mulai bersaungan pada saat kelompok relawan yang berasal dari Bali Rumah Singgah Satwa (Bali Russ) tiba di sejumlah dusun yang masuk dalam zona berbahaya Gunung Agung. Mereka telah memberikan sejumlah makanan kepada hewan-hewan yang kelaparan akibat dari ditinggalkan oleh majikannya mengungsi.

BACA JUGA : Kepalan Tangan Raksasa yang Nampak di Puncak Gunung Agung!

Salah satunya di Desa Sebudi, Kabupaten Karangasem, Bali, yang termasuk kawasan berbahaya Gunung Agung. Oleh karena itu, seluruh penduduknya meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi dan adanya larangan melakukan aktivitas di zona berbahaya II itu.

WAJIB BACA :  Banyuwangi Siap Tampung Pengungsi Gunung Agung!

Kurang lebih dalam waktu dua bulan ini, setelah status Gunung Agung ditingkatkan menjadi Awas pada 22 November 2017, para kelompok relawan ini seakan-akan menjadi majikan sementara dari para satwa yang berada di zona berbahaya itu.

Beberapa satwa yang telah diberikan makan, seperti kucing, anjing, dan beberapa jenis unggas yang tidak mendapatkan makanan setelah manjikannya terpaksa pergi untuk mengungsi. Memang hanya memberikan makan kepada hewan-hewan tersebut cukup mudah.

Relawan Satwa Gunung Agung.
Copyrigth ©Antara

Akan tetapi, jalur yang harus mereka lewati untuk dapat sampai di dusun-dusun tersebut sangatlah sulit. Pasalnya di jalur itu dipenuhi dengan adanya abu vulkanik dari Gunung Agung yang telah menjadi lupur dijalanan setelah terkena air hujan, ini menjadi tantangan mereka untuk dapat menghidupi sejumlah satwa.

WAJIB BACA :  Jokowi Akan Gelontorkan Bantuan Total Rp 7.1 Miliar Untuk Korban Erupsi Gunung Agung!

BACA JUGA : Gempa Tewaskan 1 Orang dan 5 Luka-luka!

Tidak hanya memberikan makan saja kemudian kembali, namun para relawan ini juga membawa sejumlah hewan yang harus mendapatkan penanganan, seperti yang sedang sakit, masih kecil, dan hamil. Beberapa hewan itu nantinya akan mendapatkan pengobatan di posko penampungan hewan.

Sedangkan debu vulkanik Gunung Agung sisa polusi di kawasan tersebut juga akan dapat memperparah kondisi satwa. Untuk menyelamatkan para satwa, terkadang para relawan ini harus mempertaruhkan nyawanya karena melewati jalan-jalan yang berjarak tiga sampai lima kilometer dari kawah gunung.

Bukan hanya berbekal keberanian dan rasa cintanya kepada binatang untuk menjadi seorang pahlawan satwa Gunung Agung, anggota relawan ini juga membutuhkan donasi untuk memberikan makanan kepada hewan yang jumlahnya tidak sedikit.

BACA JUGA : Karena Gempa, 20 Pasien RSUD Banyumas Dirawat di Luar Ruangan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here