Penderita Difteri Bertambah, Rumah Sakit di Banda Aceh Kewalahan

0
1615
Difteri
Copyright ©wartakota

Rumah Sakit di Banda Aceh Kewalahan Karena Penderita Penyakit Difteri Terus Bertambah!

Indowarta.com – Penyebaran penyakit suspect bakteri difetri di Aceh semakin mengkhawatirkan karena jumlah penderitanya semakin meningkat. Seperti yang terlihat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) yakni jumlah pasien bertambah menjadi 11 orang.

Akibat penambahan tersebut pihak rumah sakit rujukan di Aceh itu pun mengaku kewalahan menanganinya. Tercatat sepanjang Desember 2017, ada 100 pasien sudah dirawat di RSUZ Banda Aceh. Dari seluruh pasien tiga diantaranya tak bisa diselamatkan atau meninggal dunia.

Sedangkan saat ini pasien penderita penyakit suspect difteri tengah menjalani perawatan intensif. Semua pasien dirawat di Ruang Respiratory High Care Unit (RHCU) dan ruang isolasi. Dari 11 pasien itu tercatat ada sembilan anak-anak dan dua orang perempuan dewasa.

WAJIB BACA :  Penyakit Difteri Renggut 4 Korban di Kabupaten Tangerang!

Baca juga : Imunisasi khusus Bakal Digelar Untuk Mencegah Difteri Agar Tak Meluas!

Terkait penyakit difteri di Aceh ini juga dijelaskan oleh Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUZ Banda Aceh, Azharuddin. Dia mengatakan jika kejadian bertambahnya pasien ini dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) penderita terserang wabah penyakit difteri oleh pemerintah Provinsi Aceh.

Difteri
Copyright ©merdeka

Dikatakan sebagai kejadia luar biasa karena, pihak rumah sakit kewalahan melakukan penanganan. ‘Ini kejadian luar biasa, untuk saat ini Aceh mendapatkan peringkat kedua terbesar terkena difteri’ ujarnya saat ditemui di Banda Aceh pada Rabu, 20 Desember 2017.

Azharuddin mengaku pihak rumah sakit kewalahan karena memiliki ruang isolasi terbatas. Jika pasein terus bertambah, rumah sakit akan semain kewalahan menempatkan pasien, karena mereka memang harus dipisahkan dari pasien lain.

WAJIB BACA :  Awas. .Wabah Difteri Melanda Kawasan Jawa Barat !

Sedangkan untuk pasien sendiri nantinya akan menjalani perawatan selama 14 hari dan mereka akan diberikan antibiotik. Kepala Divisi Infeksi dan Penyakir tropis Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUZA, Raihan juga angkat bicara terkait kejadian ini.

Baca juga : Gejala, Ciri-ciri dan Pengobatan Penyakit Tipes

Dia mengatakan jika rata-rata pasien difteri yang dirawat di RSUZA tidak mendapatkan imunisasi dan mereka rata-rata berumur 4 sampai 16 tahun. ‘Mereka pasien anak-anak rata-rata tak menjalani imunisasi lengkap. Bahkan kebanyak dari mereka tak mendapat imunisasi sama sekali, padahal difteri ini dapat dicegah dengan imunisasi’ ujarnya.

Raihan menambahkan jika pasein seharusnya memang diberikan serum anti difteri dan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab penyakit tersebut. Meskipun begitu pihak RSUZA sendiri hingga kini masih mengupayakan secara maksimal untuk penyembuhan pasien.

Baca juga : Waspada Difteri yang Melanda Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here