Sekitar 20 Orang Meninggal Dunia Karena Difteri di Kamp Rohingya!

0
663
Copyright ©Liputan6

20 Persen Difteri Menyerang Balita dan Anak-anak!

Smeaker.comDifteri, saat ini menjadi salah satu penyakit yang sedang banyak jadi perbincangan berbagai media, pasalnya penyakit tersebut telah menelan cukup banyak korban hingga saat ini.

Dari kabar terbaru, sebanyak 21 orang telah meninggal dunia akibat penyakit Difteri di Kamp Rohingya yang terletak di Bangladesh, laporan tersebut dilrilis oleh Organsiasi Kesehatan Dunia yakni WHO, pada hari Selasa (19/12/17) kemarin.

Baca juga: Awas, Wabah Difteri Dapat Menular, Berbahaya dan Mematikan !

Pihak WHO menambahkan, jika pihaknya kini mlai melakukan berbagai langkah salah satunya vaksinasi untuk membatasi penyebaran dari wabah tersebut, agar nantinya tidak menimbulkan korban lain lagi.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Penduduk Muslim Rohingya Disiksa Militer Myanmar, Sikap Aung San Suu Kyi Dinilai Bikin Malu!
Copyright ©Liputan6

Menurut keterangan dari badan kesehatan PBB, ada sekitar 1571 dugaan kasus penyakit Difteri ini sudah terdata di kamp pengungsi Rohingya yang terletak di Bangladesh tenggara, data tersebut dalam kurun waktu antara 10 November hingga 17 Desember 2017.

Baca juga: Menkes Ingatkan Warga Gunakan Vaksin Resmi Untuk Cegah Difteri!

Terdapat lebih dari 655 ribu muslim Rohingya yang membanjiri kamp tersebut, setelah mereka mereka berhasil meloloskan diri dari aksi penindasan brutal yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar dalam beberapa bulan belakangan ini.

“Sebanyak 21 kematian telah dilaporkan di antara warga Rohingya di Cox’s Bazar,” kata Fadela Chaib yang merupakan juru bicara WHO dikutip dari laman Liputan6.

WAJIB BACA :  Fokus: Inilah Hal yang Bisa Kita Lakukan Untuk Membantu Muslim Rohingya!

Chaib juga menambahkan, jika saat ini sekitar 20 persen dugaan kasus Difteri telah menjangkit anak-anak balita disana. Penyakit ini termasuk dalam penyakit yang sangat menular, dimana menyerang bagian hidung dan tenggorokan, sehingga bisa menimbulkan ganggaun pernafasan, apabila dibiarkan maka bisa menyebabkan kematian nantinya.

Namun kasus dari penyakit Difteri ini sendiri makin langka dalam beberapa dekade karena tingkat upaya vaksinasi untuk menghindari penyakit tersebut snagat tinggi. Dan otoritas dari Bangladesh pun memulai kampanye vaksinasi tersebut pada 12 Desember kemarin, dan targetnya adalah anak-anak berusai 6 pekan hingga 6 tahun.

Baca juga: Penderita Difteri Bertambah, Rumah Sakit di Banda Aceh Kewalahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here