Yang Dimaksud Merangkul dan Mengayomi LGBT Lewat KUA Adalah . . .

0
475
lukman hakim s
Copyright©teraslampung

Menteri Agama Mengatakan Kalau LGBT Harus Dirangkung dan Diayomi

Indowarta.com – Menteri Agama Lukaman Hakim Saifuddin, Senin (18/12/17), menyatakan kalau Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) meski dirangkul dan diayomi secara positif oleh beberapa kalangan. Hal ini karena akan membuat rasa aman kepada mereka yang ada di Indonesia.

BACA JUGA : Aksi Boikot Starbucks Menggema, Begini Reaksi Aktivis LGBT

Akan tetapi, pada saat bersamaan telah mucul sebuah penyataan serta penerapannya, dikutip BBC Indonesia, Rabu (20/12), yang sudah mendapatkan keterangan bahwa salah satu kemungkinannya ialah melalui struktur yang sudah ada sekarang ini, misalnya pada modifikasi model penyeluhan yang ada di Kantor Urusan Agama (KUA).

“Kita juga punya struktur di Kementerian Agama, itu untuk layanan konsultasi soal pernikahan, semacam seks sehat, pendidikan pranikah dan bimbingan untuk calon pengantin,” kata Mastuki, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi Kementerian Agama.

“Seperti itu juga bisa dimodifikasi di KUA-KUA, di kecamatan-kecamatan misalnya, tinggal memasukkan unsur-unsur seperti ini kepada pelaku-pelaku LGBT,” tambahnya.

Disamping itu, Naila Rizqi Zakiah yang berasal dari Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat telah memberikan dukungan positif terkait dengan pernyataan dari Menteri Agama tersebut, dengan catatan.

Biaya Haji
Copyright©icrp-online

“Di situasi saat ini, yang publik amarahnya cukup kencang atas keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak JR (Juducial Review) AILA (kelompok perempuan yang mengajukan gugatan), statement dari Kementerian Agama juga menunjukkan stance dari negara sebenarnya untuk melindungi warganegaranya, tidak memandang dia gender nya apa, cukup jadi angin segar,” pungkas Naila.

BACA JUGA : Pemilik Diskotek MG Harus Ditangkap Hidup Atau Mati!

“Tapi masih mengikuti narasi bahwa LGBT ini secara moral begini-begini, tapi tetap masih harus diayomi, masih jauhlah dari harapan,” sambungnya.

Beberapa waktu terakhir ini adanya banyak kejadian yang sudah dianggap menyudutkan para pelaku LGBT, yang salah satunya adanya penggrebekan Spa Atlantis di Jakarta yang telah dilakukan pada bulan Mei oleh polisi, bahkan ada 141 orang yang sudah ditangkap dan dipermalukan.

Sedangkan 10 orang diantara jumlah tersebut telah diputuskan untuk dihukum penjara selama dua tahun. Mereka dijerat dengan Undang-Undang anti pornografi tahun 2008. Hal itu karena kesepuluh orang tersebut telah terbukti tidak mengenakan pakaian dan melakukan hubungan badan didepan umum, seperti yang telah dilaporkan dari kantor berita AFP yang berdasarkan kepada dokumen pengadilan.

BACA JUGA : Saat Prof Mahmud MD Beri Penjelasan Tentang MK Perbolehkan Zina dan LGBT!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here