Kapolri Sebut Ormas Janji Tak Akan Sweeping Atribut Natal!

0
579
Copyright ©Jawapos

Ormas Tak Akan Sweeping Atribut Natal Jika Tak Ada Tindakan Pemaksaan!

Indowarta.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghimbau kepada semua perusahaan yang ada di Indonesia agar mereka tidak memaksa para karyawannya mengenakan atribut natal, meskipun saat ini memang sedang ramai merayakan Natal dan Tahun baru. Hal ini untuk menghindari aksi Sweeping Atribut Natal seperti tahun lalu.

Hal ini disampaikan langsung oleh Tito kepada para waratwan seusai dirinya memimpin apel gelar pasukan operasi Lilin 2017. Upacara tersebut dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru yang di gelar di silang Monas, Jakarta, Kamis (21/12/17).

Baca juga: Awas, Wilayah Indonesia Ini Bakalan Dilanda Cuaca Ekstrem Menjelang Natal dan Tahun Baru!

WAJIB BACA :  Paksa Karyawan Gunakan Atribut Natal, Kapolri Ancam Pidanakan Pemilik Perusahaan!

“Kepada asosiasi pengusaha, mall dan lain-lain, ya jangan juga memaksa. Ini tidak hanya berlaku pada atribut keagamaan. Pemaksaan itu juga bisa jadi pidana. Memaksa, mengancam, misalnya untuk memecat, harus gini-gini, itu juga bisa dipidana,” ujar Tito Karnavian dikutip dari laman kompas.

Copyright ©Jawapos

Tito juga menambahkan, jika pihak kepoisian juga sudah melakukan dialog dengan sejumlah ormas yang berniat untuk melakukan Sweeping Atribut Natal apabila hal itu terjadi dan tetap dilakukan pelaku usaha kepada karyawan.

Baca juga: Awas, Polisi Akan Tangkap Penjual Petasan Saat Natal dan Tahun Baru!

Dan dari hasil dialog tersebut, para ormas ini berjanji tidak akan melakukan Sweeping Atribut Natal apabila tidak ada pemaksaan yang dilakukan oleh pemilik perusahaan kepada para karyawannya, apalagi yang muslim.

WAJIB BACA :  Jika Bubarkan Ormas, Pemerintah Wajib Lakukan Hal Ini!

“Para pemilik, pengusaha kalau karyawan secara volunteer ingin gunakan atribut natal dan lain-lain, tentu tidak masalah, ini negara demokrasi. Tapi kalau mengancam dipecat, itu juga pidana,” tambah Tito.

Sebaliknya, Tito juga menghimbau kepada seluruh ormas untuk tidak melakukan Sweeping Atribut Natal lagi, sebab jika mereka melakukan aksi sweeping ke masyarakat juga bisa dikategorikan dalam tindak pidana nanti.

“Tidak boleh main hakim sendiri, yang bisa menegakkan hukum itu hanya penegak hukum, bukan masyarakat,” ucap mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Baca juga: Puncak Arus Mudik Natal Deprediksi Mulai Jumat 22 Desember!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here