Setelah Menjadi Buron, Akhirnya Bos Diskotek MG Menyerahkan Diri

0
2278
Diskotik MG
Copyrigth ©megapolitan

Setelah Menjadi Buron, Akhirnya Bos Diskotek MG Menyerahkan Diri

Indowarta.com – Samsul Anwar alias Awang, merupakan koordinator dibalik keberadaan pabrik obat-obatan terlarang yang ada di Diskotek MG telah menyerahkan diri. Setelah itu dia langsung dibawa ke kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.

BACA JUGA : Pemilik Diskotek MG Harus Ditangkap Hidup Atau Mati!

Pada saat itu, bos Diskotek MG ini telah ditiba di kantor BNN sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu (20/12/17). Terlihat dia mengenakan kaos putih dan bersandal jepit, saat akan masuk dalam gedung dia mendapatkan kawalan dari dua orang petugas BNN dan terlihat ada satu orang berjas yang diduga merupakan pengacaranya.

WAJIB BACA :  Izin Usaha Diskotek MG Akan Segera Dicabut Oleh Dinas PTSP!

Beberapa menit setelah tiba di kantor BNN, dia terlihat langsung masuk dalam sebuah ruangan. Pada saat itu, dia tampak tertunduk lesu serta mendapatkan pendampingan dari pria berjas yang merupakan pengacaranya.

Terkait dengan penyerahan diri bos Diskotek MG ini telah dibenarkan oleh Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari. “Samsul Anwar alias Awang yang didga sebagai koordinator peredaran narkoba cair di Diskotek MG menyerahkan diri,” ungkap Arman, Rabu (20/122017).

Bos Diskotik MG
Copyright ©liputan6

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan dua orang sebagai buron dalam kasus penggrebekan pabrik narkoba di Diskotek MG. Dua orang itu adalah Agung Ashari alias Rudy dan korfinator peredaran obat-obatan terlarang di tempat tersebut, yaitu Samsul Anwar.

WAJIB BACA :  Pemilik Diskotek MG Harus Ditangkap Hidup Atau Mati!

BACA JUGA : Anies Baswedan, Bukan Mentertibkan PKL Tanah Abang, Tapi Menfasilitasi!

Dalam penggrebekan yang dipimpin langsung Kepala BNN Komjen Budi Waseso dan Brigjen Johny P Latupeirissa, pada Minggu (17/12/17) itu, telah mengamankan seluruh pengunjung diskotek dan menetapkan buron kepada bos Diskotek MG.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Johny, diskotek itu sudah menjalankan usahanya selama kurun waktu dua tahun. Diduga, dalam rentan waktu tersebut pula tempat hiburan itu sudah memproduksi obat-obatan terlarang.

“Beberapa kali lurah di sini mau masuk untuk melihat kondisi di sana (Diskotek MG), tidak diperbolehkan,” tutur Johny, Minggu (17/12/17) siang.

Disamping itu, bos Diskotek MG juga sudah mempekerjakan petugas keamanan tempat hiburan itu. Jika ada pihak yang ingin berurusan dengan diskotek tersebut harus terlebih dahulu melalui mereka. Selain itu, pengelola juga memberlakukan keanggotaan kepada seluruh pengunjung yang datang.

BACA JUGA : Pengusaha Diskotek MG Harus Dihukum Mati?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here