Arti Resolusi Majelis Umum PBB Soal Yerusalem!

0
407
Sidang Majelis Umum PBB..
Copyright©salam-online

Sidang Darurat Mejelis Umum PBB Telah Menghasilkan Voting Mengenai Yerusalem

Indowarta.com – Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Halley, pada Kamis (21/12/17), mengungkapkan hasil voting yang telah dilakukan dalam sidang darurat Majelis Umum PBB tidak akan merubah keputusan negaranya untuk memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Yerusalem.

BACA JUGA : Jalur Gaza Makin Memanas Lantaran Pernyataan Donald Trump Soal Yerusalem!

Dalam voting yang diselenggarakan Kamis itu, merupakan bentuk lanjutan dari penggunaan hak veto oleh Amerika Serikat dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin (18/12/17). Penggunaan veto itu untuk melawan adanya resolusi yang sudah mendapatkan dukungan 14 dari 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB yang menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel seperti yang dinyatakan oleh Presiden Donald Trump pada Selasa (6/12/17).

Sidang Majelis Umum PBB
Copyright©Reuters

Dalam hasil voting Majelis Umum PBB, ada 128 negara yang sudah menyatakan menentang Amerika Serikat dan menguatkan isi rencana resolusi yang dijegal di Dewan Keamanan PBB. Namun ada 9 negara yang telah menolak adanya keputusan dari Mejelis Umum PBB ini, yang salah satunya Israel dan Amerika Serikat. Sedangkan untuk 35 negara telah menyatakan abstain, serta ada 21 negara yang tidak menghadiri dalam pertemuan untuk pemungutan suara ini.

BACA JUGA : Apa yang Bisa Dilakukan Indonesia dan Presiden Jokowi Untuk Yerusalem?

“Amerika akan menempatkan kedutaan kami (di Israel) di Yerusalem…. Tidak ada resolusi di PBB yang akan membuat perbedaan dalam hal itu,” kata Haley setelah voting, dikutip AFP.

Akan tetapi, sepertinya hasil voting dalam sidang darurat Mejelis Umum PBB ini tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Bahkan adanya resolusi ini juga tidak dapat menjadi dasar paksaan penggunaan hukum Internasional, seperti halnya resolusi ini keluar di Dewan Keamanan PBB.

Adanya bentuk aturan pengadaan sidang darurat Mejelis Umum PBB dikarenakan adanya penggunaan hak veto di Dewan Keamanan PBB. Lalu apa penjelasan mengenai hasil voting dan resolusi yang dihasilkan dalam sidang darurat Mejelis Umum PBB itu?

“Letak penting resolusi Majelis Umum PBB (mengenai Yerusalem) ini ada pada terlihatnya aspirasi negara-negara (anggota PBB) yang secara demokratis menentang kebijakan Trump,” jelas Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, Sabtu (23/1217).

BACA JUGA : Ada Aksi Bela Palestina, Ketua PBNU Akan Absen!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here