Ilmuwan Ini Temukan Bukti Lokasi Baru Bahtera Nabi Nuh

0
926
Penemuan Bahtera Nabi Nuh
Copyright ©net

Mesteri Bahtera Nabi Nuh yang telah Ditemukan oleh Ilmuan

Indowarta.com – Dalam Alquran telah menyebutkan kisah Nabi Nuh dan bahteranya. Dimana Nabi Nuh merupakan salah satu manusia yang memiliki usia cukup panjang. Hal itu bertujuan agar mampu untuk membangun bahtera atau kapal yang berada di atas gunung.

BACA JUGA : Kenapa Viral Teori Bumi Datar?

Akan tetapi, setelah banjir yang sangat besar sudah melanda Bumi, seakan-akan bahtera Nabi Nuh sudah menghilang begitu saja. Lalu dimana kapal tersebut berada hingga sekarang, dan itu masih menjadi sebuah mesteri ribuan tahun lamanya.

Tidak hanya orang muslim saja yang percaya dengan kisah tentang Nabi Nuh. Dalam Alkitab pun juga sudah menyebutkan mengenai kisah dan bahtera Nabi Nuh. Dengan inilah, tidak sedikit ilmuan yang ingin mencari pembuktian mengenai kebenarannya.

Tahun 2010 lalu, sekelompok penjelajah Kristen evangelis menyatakan kalau mereka sudah menemukan jejak kapal biblika diatas gunung. Akan tetapi penemuan yang mereka beritahukan sudah dibantah oleh ilmuan, pasalnya tidak memiliki bukti kuat.

Sekarang, beberapa orang pemburu bahtera Nabi Nuh yang berasal dari California percaya, ada sebuah bukti baru yang menyatakan kalau Gunung Ararat menjadi tempat kapal tersebut berada. Bahkan mereka menyatakan kalau bukti itu sudah mendapatkan tanggapan yang sama dengan ilmuan lain.

Penemuan Bahtera Nabi Nuh
Copyright ©net

100 orang lebih periset dari seluruh dunia bergabung bersama yang merupakan bagian simposium internasional tiga hari di Gunung Ararat dan bahtera Nabi Nuh di Agri, Turki. Dalam penelitian ini mereka ingin mencari pembuktian apakah bahteri tersebut berakhir berlabuh di tempat ini.

BACA JUGA : Setelah Badai, Fenomena Aneh Awan Payudara yang Menghiasi Langit Melbourne!

“Tujuan saya adalah mengunjungi situs-situs di sekitar gunung, untuk menemukan petunjuk tentang kejadian bencana di masa lalu,” jelas Profesor Raul Esperante dari Lembaga Penelitian Geosains.

Tahun 2010, sekelompok penjajah evangelis China dan Turki mulai melakukan penjelajahan wilayah itu dan mengklaim telah menemukan penanggalan karbon dalam kayu, dan membuktikan kalau kayu itu sudah berumur 4.800 tahun.

Profesor Esperante menyatakan, hal itu membutuhkan banyaknya ‘karya ilmiah serius yang ketat’ dalam bidangnya. Kemudian dia mendesar investasi internasional untuk melakukan mengenai hal ini lebih mendalam lagi.

“Hasil temuan saya akan dipublikasikan di buku dan jurnal, namun pada saat ini masih terlalu dini untuk mengetahui apa yang akan kami temukan,” ucap Profesor Esperante.

BACA JUGA : Ada Asteroid Mendekati Bumi, Bahayakah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here