Mengenang Kembali Kisah Duka yang dialami Oleh Salim Kancil!

0
507
Salim Kancil
Copyright ©edunews

Kejadian Naas Terhadap Salim Kancil Salah Satu Orang yang Menolak Pembangunan Tambang

Indowarta.com – Pada 27 September 2015. Salim pernah dikeroyok massa didepan anak bungsunya, Dio, saat berada di depan halaman rumah mereka. Pria yang dikenal dengan nama Kancil ini kemudian ditemukan tewas di sengon dekat kuburan yang tidak jauh dari kediamannya.

BACA JUGA : 1 Dekade Berlalu, Misteri Pembunuhan Benazir Belum Juga Terungkap!

Dia yang saat itu masih berumur 13 menceritakan, kejadian naas itu terjadi pada saat dia hanya bersama bapaknya di rumah. Sedangkan ibunya, Tijah, sedang mencari rumput di tegalan semak yang jauh dari rumah. Pada saat itu, dia bersama dengan bapaknya akan berangkat mengikuti demonstrasi penolakan pembangunan tambang pasir.

Pada saat itu, berdasarkan keterangan Dio, Salim Kancil diserbu oleh 30 orang di halaman rumahnya. “Bapak diteriaki, dipukul. Tangannya dipegangi, dipukul pakai batu kepalanya,” kata Dio .

Demo Salim Kancil
Copyright ©Antara

Melihat kejadian itu, Dio merasa takut kemudian dia menangis sembari lari menuju kesebelah rumahnya untuk memanggil pamannya. Akan tetapi, salah satu dari preman meneriakinya untuk tidak melakukan hal yang macam-macam.

BACA JUGA : Pelaku Buron Kasus Pembunuhan Cinta Sesama Jenis di Bone Akhirnya Diringkus!

“Kon ojo rame, tak pateni pisan (kamu jangan teriak, kubunuh sekalian),” ujar Dio menirukan suara si preman.

Dio mengatakan kalau dirinya hanya bisa menangis saat itu melihat Salim Kancil diikat tangannya dibelakang dan di boyong ke balai desa dengan menggunakan sepeda motor. Dio sempat mengejar ayahnya hingga  ke jalan raya sembari menangis. Pada saat itu adalah yang terakhir dia melihat kondisi bapaknya hidup.

Tak lama kemudian, ada kabar mengenai seorang pejabat tinggi yang menyumbarkan pernyataan akan melakukan kekerasan kepada mereka yang menolak pembangunan infrastruktur di Nusantara awal abad XXI itu. Terkait dengan ancaman ini terkesan kalau itu mengani pembunuhan Salim Kancil yang sudah menolak pembangunan tambang pasir di Desa Selok Awar-Awar.

Sedangkan pada kesempatan lainnya, ada seorang pejabat tinggi dengan lantang menegaskan kalau dia siap untuk membunuh dua ribu orang, itu dilakukan demi kepentingan sepuluh juta orang yang ada di wilayah kekuasaannya.

BACA JUGA : Kenapa Viral Teori Bumi Datar?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here