Sebelum Tentukan Ketua DPR Baru, Hal Ini Perlu Dipertimbangkan Partai Golkar!

0
268
Golkar
Copyright ©radarcirebon

Rapat Pleno Digelar Partai Golkar untuk Menentukan Ketua DPR

Indowarta.com – Pada awal Januari tahun ini, Golkar berencana untuk mengajukan pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Sehingga partai tersebut akan menggelar rapat pleno terlebih dahulu untuk dapat menentukan siapa yang pantas menjadi sosok ketua DPR.

BACA JUGA : Gatot Nurmantyo Ramaikan Pilgub Jateng 2018!

Deputi Pekumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Veri Junaidi saat acara diskusi di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta, Selasa, (2/1/2017) menilai, pemilihan ketua DPR kali ini akan berjalan alot.

Oleh karena itu, sampai sekarang ini Golkar akan selektif untuk dapat memilih mana kadernya yang pantas duduk sebagai pemimpin di parlemen. Pasalnya, kata Veri, ini merupakan pemilihan yang cukup berbeda pemilihan ketua umum.

‎”Ini akan sangat berbeda dengan pemilihan Ketum partai, kalau itu kepentingan partai, pemilihan pimpinan DPR, Fraksi Golkar akan concern‎,” pungkasnya.

Walau pada dasarnya untuka pemilihan ketua DPR sudah menjadi ranah partai Golkar, namun Veri menilai, publik harus tetap melakukan pengawalan, dengan tujuan agar ketua DPR yang akan dipilih nanti sesuai dengan harapan publik.

Gedung DPR
Copyright ©Ngokos

Dia mengatakan, sekarang ini pihaknya telah melakukan pembentukan koalisi masyarakat sipil untuk melakukan pengawalan terhadap pemilihan ketua DPR. Dalam koalisi ini telah mendukung slogan baru ‘Golkar Bersih’ sebagai bentuk tekat partai tersebut untuk menjadi salah satu partai yang mendukung gerakan antikorupsi.

BACA JUGA : Terungkap, Inilah Alasan Deddy Mizwar Diceraikan PKS Jelang Pilkada Jabar 2018!

“Slogan tersebut sudah semestinya terwujud dalam praktik politik partai Golkar, maupun di internal maupun eksternal partai, agar slogan bersih tak hanya menjadi slogan semata. Salah satunya dibuktikan dalam penentuan pimpinan DPR pengganti sebagai wakil dari fraksi Golkar,” ujarnya.

Selain itu, Veri mengharapkan untuk ketua DPR yang nantinya akan dipilih oleh Golkar, bukan merupakan sosok yang memiliki rekam jejak pidana, terutama pada korupsi. Selain itu bukan merupakan sosok yang menjadi pendukung dari Pansus Angket DPR untuk KPK, dan akan menerima bentuk kritikan dengan lapang hati.

“Tidak mendukung pelemahan KPK dan memeiliki kemampuan mendengar dan memiliki kelapangan hati dalam menerima kritik,” tuturnya.

BACA JUGA : Turunkan Kasta Sudikerta Jadi Cawagub, Ini Penjalasan Golkar!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here