Kata Polri Soal Perlakuan Tak Adil Kepada Partai Demokrat!

0
735
Habib Rizieq Shihab
Copyright©udincakung

Polri Beritanggapan Terkait Tudingan Tak Adil Terhadap Partai Demokrat

Indowarta.com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan, bahwa tidak ada perlaku yang menunjukkan tak adil ataupun sewenang-wenang kepada Partai Demokrat. Pernyataan ini sebagai bentuk bantahan kepada tudingan adanya sebuah usaha kriminalisasi kepada kader atau calon kepala daerah yang telah diusung oleh partai tersebut.

BACA JUGA : Setya Novanto Siap Terima Apapun Tentang Putusan Sela!

“Saya yakin tidak. Penyidik itu independen dan mempunyai aturan-aturan,” kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/1/18).

Dia mengatakan, penyidik telah mengusut sebuah perkara karena adanya saksi dan bukti yang telah mendukung. Jika memang ada bukti yang mengarahkan pada tidakpidana, maka hal itu tidak dapat dikatakan dengan kriminalisasi.

WAJIB BACA :  Fakta Tentang Hitler Nababan yang Dikeroyok Usai Unggah Meme Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab

Oleh sebeb itu, Setyo mengungkapkan kalau penyidik tidak mungkin mengada-ngada atas kasus yang sedang diselidikinya. “Masyarakat kan sekarang bisa melihat, sudah terbuka. Kalau ada yang tidak pas, pasti akan protes,” pungkas Setyo.

Habib Rizieq Shihab
Copyright©udincakung

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai sudah diperlakukan tak adil oleh aparat penegak hukum kepada kader dan partainya sejak adanya pelaksanaan Pilkada pada tahun 2017 lalu.

BACA JUGA : Yenny Wahid Tolak Permintaan Prabowo Maju ke Pilgub Jatim!

Salah satunya, dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Pada saat itu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang telah diusung oleh Demokrat, PKB, PPP, dan PAN, yaitu Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni telah diperiksa oleh penyidik kepolisian.

WAJIB BACA :  Golkar dan Demoktrat Usung Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar Untuk Pilgub Jabar!

Akibat dari pemeriksaan tersebut, telah dinilai menyebabkan penurunan suara padangan yang diusung Demokrat tersebut. “Pada akhirnya, ujungnya, tidak diketahui kasus ini kapan berakhirnya, yang kita tahu hanya kapan mulainya,” ujar Hinca.

Bahkan suara dari pasangan ini semakin tergerus pada saat adanya tuduhan yang dinyatakan oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.

Pada saat itu Antasari menyatakan kalau SBY sudah mengetahui terkait kriminalisasi kepada dirinya. Kemudian dia dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik, namun hingga sekarang ini laporan tersebut masih belum ditindaklanjuti.

BACA JUGA : Reaksi Publik Ketika Djoko Setiadi Sebut Soal Hoax Membangun!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here