Menjelang Pemilu, SBY Sorot Peran Serta Media Sosial!

0
679
SBY
Copyright ©sidomi

SBY Soroti Peran Media Sosial dan Media Massa Jelang Pilkada dan Pemilu Mendatang

Indowarta.com – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memberikan pendapatnya mengenai pengaruh media sosial, khususnya pada awal memasuki awal tahun politik 2018 dan 2019 nanti.

BACA JUGA : PDIP Punya Cukup Alasan Untuk Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jabar!

SBY menilai, media sosial murupakan sebuah dunia yang nyaris tidak tersentuh oleh aturan dan hukum. Oleh karena itu, banyak penyebaran berita hoax atau palsu dan fitnah yang ada hingga sekarang ini.

“Pihak yang kuat juga sering menggunakan media sosial untuk menghabisi lawan politiknya,” jelas SBY, untu pernyataan politik  2018, di Kantor Sekretariar DPC Partai Demokrat, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/1/18).

WAJIB BACA :  Melalui AHY, SBY Beri Pesan Jokowi Untuk Tetap Sehat Serta Lanjutkan Memimpin!

Selain itu, SBY mengungkapkan, ditengah Pilkada dan Pimilu ada banyak pihak yang sudah menjadi korban atas bentuk ‘serangan’ yang tidak bertanggung jawab itu dengan memanfaatkan media sosial sebagai tempatnya.

SBY
Copyright©okezone

Sehingga dengan itu, dia dan partainya telah memberikan dukungan penuh kepada langkah negara, yaitu DPR dan pemerintah yang memiliki rencana untuk mengatur dan menertibkan media sosial agar tidak terjadi penyalahgunaan.

BACA JUGA : Koalisi PDIP dan Nasdem Berpeluang Terjadi Dalam Pilkada Jateng! Key: PDIP

“Yang penting adil, tidak tebang pilih, dan tidak melebih kepatutannya,” ungkapnya.

Disamping itu, dia juga menyoroti adanya pers atau media massa jelang digelarnya Pilkada dan Pimilu nanti. SBY menjelaskan, jelang digelarnya pesta demokrasi itu maka diperlukan adanya media massa yang kontruktif, independen, dan adil.

WAJIB BACA :  Peta Kekuatan Koalisi Pro Jokowi Jika Partai Demokrat Resmi Gabung!

Pasalnya keberadaan media massa merupakan milik rakyat serta seluruh pihak yang ada. Sehingga tidak semestinya hanya digunakan untuk memenuhi kepentingan pemilik usaha saja dalam menjalankannya.

Untuk hubungan antara media massa dengan pemerintah harus tetap terjalin dengan baik tanpa adanya daya kritisnya. Diseluruh negara, kata SBY kekuasaan perlu diatur dan dikontrol agar tidak disalah gunakan.

“Pemberitaan dan siaran media massa harus fair dan berimbang. Media massa, termasuk televisi, yang hanya menjadi corong parpol tertentu, tentu merusak rasa keadilan. Demokrasi dan pemilu bukan hanya milik orang yang kuat dan kaya,” ujar SBY.

BACA JUGA : Azwar Anas Mundur, Gus Ipul Akan Didampingi Risma di Pilgub Jatim!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here