Inovasi Baru BPJS Kesehatan di Tahun 2018!

0
4231
BPJS Kesehatan
Copyright©beritamedan

Untuk Mencegah Sejumlah Hal yang Tak Diinginkan, BPJS Kesehatan Akan Melakukan Inovasi Baru

Indowarta.com – Sejumlah peristiwa yang terjadi di beberapa tahun silam, seperti adanya KTP ganda, pemalsuan, dan data ID kartu identitas peserta JKN-KIS dan berujung pada penipuan. Hal ini membuat BPJS Kesehatan akan segera mengambil tindakan.

BACA JUGA : Ada Sinergi Antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan?

Bersama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, BPJS Kesehatan telah mengembangkan inovasi baru yang akan berguna untuk mempercepat dan mempermudah layanan pendaftaran untuk menjadi JKN-KIS. Inovasi ini akan memanfaatkan adanya KTP Elektronik pada card reader.

“Melalui sinergi ini, BPJS Kesehatan akan memperoleh validitas data calon peserta JKN-KIS, dan juga dipergunakan untuk meng-update data peserta yang sudah terdaftar di data kepesertaan BPJS Kesehatan,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat mendampingi Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh melakukan kunjungan kerja ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan, Jumat (5/1/18).

WAJIB BACA :  Berita Terkini: 9 Rumah Sakit Di Bekasi Ini Ogah Layani Pasien BPJS Kesehatan, Kenapa Ya?

Sebagai keyword data kepersertaan tunggal BPJS Kesehatan menggunakan NIKI, hal ini untuk mengantisipasi adanya data ganda saat proses pendaftaran peserta JKN-KIS. Dengan cara ini maka akurasi data peserta JKN-KIS akan terjamin.

BPJS Kesehatan
Copyright ©kompas

Dengan card reader e-KTP akan digunakan untuk mempermudah dan mempercepat dalam proses pendaftaran kepada peserta baru atau yang akan melakukan mutasi data peserta. Penggunaan ini sudah mulai diterapkan sejak 21 Desember 2017.

BACA JUGA : Tanggapan Kemenkes Soal BPJS Kesehatan Tak Jamin Perokok!

Menjadi pilot project, Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan sudah menerima kunjungan masyarakat sebanyak 155 yang telah menggunakan card reader e-KTP, guna untuk melakukan mutasi data atau melakukan pendaftaran peserta baru.

WAJIB BACA :  Ini Strategi BPJS Kesehatan untuk Pemulihan Defisit!

Pada saat melakukan pendaftaran, masyarakat diminta meletakkan e-KTP pada mesin card reader dan dan kemudian meletakkan telunjuk jarinya di pemidai. Kemudian, data pada e-KTP itu akan langsung menyambungkan ke aplikasi kepersertan BPJS Kesehatan. Setelah itu, petugas BPJS Kesehatan akan melakukan konfirmasi data anggota keluarga serta memberikan Virtual Account kepada para calon peserta yang melakukan pendaftaran.

Sedangkan untuk melakukan mutasi, peserta diminta untuk mengisi Formulir Pendaftaran Isian Peserta (DIP). Kemudian mereka meletakkan e-KTP pada card reader serta menekankan telunjuk jarinya pada pemindai. Secara otomatis data dari e-KTP akan langsung terhubung ke aplikasi kepesertaan BPJS Kesehatan. Sehingga petugas akan lebih singkat untuk melakukan proses mutasi.

BACA JUGA : Kenapa Rumah Sakit Sering Tolak Pasien Peserta BPJS?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here