Fredrich Yunadi Terbukti Pesan Kamar Terlebih Dahulu Untuk Setya Novanto!

0
2156
Fredrich Yunadi.
Copyright©berita168

KPK Menduga Fredrich Yunadi Sudah Memesan Kamar Untuk Setya Novanto

Indowarta.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menduga bahwa Fredrich Yunadi, yang merupakan mantan pengacara Setya Novanto terlebih dulu sudah memesan kamar perawatan di RS Medika Permata Hijau sebelum mantan Ketua DPR itu masuk menjalani perawatan.

BACA JUGA : Sandiaga Uno Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya Karena Ini!

Terlebih, KPK juga menduga kalau Fredrich Yunadi telah berencana untuk memesan 1 lantai kamar perawatan di rumah sakit tersebut. Sebelum Novanto menjelani perawatan, pengacara itu diduga datang terlebih dahulu ke rumah sakit yang terletak di kawasan Jakarta Selatan tersebut.

Kedatangannya ke rumah sakit untuk melakukan koordinasi dengan pihak RS dan memberitahukan kalau Novanto akan menjalani perawatan pada pukul 21.00 WIB. Menurut KPK, saat itu masih belum diketahui Novanto menderita sakit apa.

“Didapat juga informasi bahwa salah satu dokter di RS mendapat telpon dari seorang yang diduga sebagai pengacara SN, bahwa SN akan dirawat di RS sekitar pukul 21.00 WIB dan meminta kamar perawatan VIP yang rencananya akan di-booking 1 lantai. Padahal, saat itu belum diketahui SN akan dirawat karena sakit apa,” ungkap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan saat jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/1/18).

Fredrich Yunadi
Copyright©Tribun

Berdasarkan informasi yang sudah diterima penyidik, kata Basaria, Fredrich Yunadi bahkan akan memesan satu lantai yang ada di rumah sakit itu. KPK sebelumnya juga menyebutkan bahwa ada kerjasama yang dilakukan Fredrich dengan salah satu dokter di RS Medika Permata Hijau, yaitu Bimanesh Sutarjo.

BACA JUGA : Dokter Setya Novanto, Setya Novanto, Fredrich Yunadi

Keduanya sebelumnya sudah melakukan kerja sama untuk merawat Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Permata Hijau, pada Kamis (16/11/17) lalu.

“FY dan BST diduga bekerja sama untuk memasukan tersangka SN ke rumah sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa,” ungkap Basiria.

Basaria mengungkapkan, keduanya sudah menjalin kerja sama dengan tujuan agar Novanto dapat menghindari panggilan untuk pemeriksaan KPK. Atas dugaan tersebut, Fredrich Yunadi dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

BACA JUGA : Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi Dicekal KPK Gagal Ke Luar Negeri!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here