Polisi Bakal Periksa Ketua PP Muhammadiyah Soal Penyerangan Novel Baswedan!

0
1153
Novel Baswedan
Copyright ©kompas

Ketua PP Muhammadiyah Dijadwalkan Akan Diperiksa Mengenai Kasus Novel Baswedan

Indowarta.com – Polisi akan melakukan pemanggilan kepada Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar untuk menjalani pemeriksaan, hal itu terkait dengan pernyataanya mengenai penyerangan kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

BACA JUGA : Sudah 9 Bulan Kasus Novel Baswedan Belum Menemui Titik Terang!

Pernyataan terkait dengan kasus yang menimpa penyidik KPK tersebut pernah diungkapkan oleh Dahnil di salah satu televisi swasta. Polda Metro Jaya sudah menjadwalkan pemeriksaan kepadanya pada Senin (22/1/18).

“Dia ada kegiatan di salah satu stasiun TV, dia mengatakan bahwa pelakunya (penyerang Novel) adalah mata elang. Makanya akan kita dalami kembali di situ,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/1/18).

Argo mengungkapkapkan, Dahnil akan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi pada kasus yang menimpa penyidik KPK tersebut. Akan tetapi, pihaknya masih enggan menyebutkan secara terperinci mengenai kasus tersebut.

“Kita akan mintai keterangan sebagai saksi untuk membantu mengungkap kasus Novel,” pungkasnya.

Novel Baswedan
Copyright ©detik

Melalui akun Twitter pribadinya, @Dahnilazar, Dahnil mengatakan kalau dirinya sudah mengdapatkan surat panggilan pemeriksaan dari polisi, terkait untuk memberikan keterangan mengenai kasus teror Novel Baswedan.

BACA JUGA : Pemilik Akun @AchmadBassrofi Dicari Polisi Karena Ancam Bunuh Presiden!

“Alhamdullilah. Betul, pagi tadi Saya memperoleh Surat Panggilan dari Polisi terkait Statement sy di Metro Realitas @Metro_TV mengenai Kasus Novel Baswedan yg tdk kunjung dituntaskan oleh Kepolisian setelah 9 Bulan Lebih. Terimakasih atas antensi semua sahabat. @muhammadiyah,” tulis dia.

Sekedar informasi, penyidik senior KPK Novel Baswedan pada 11 April 2017 lalu telah mendapatkan serangan aksi teror di kediamannya yang berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Usai menjalankan shalat Subuh di masjid dia diserang oleh dua orang yang dikenal.

Para pelaku penyerangan itu menggunakan sepeda motor, pada saat kejadian kedua pelaku tersebut telah menyerang Novel dengan menggunakan air keras. Hingga akkhirnya menyebabkan beberapa luka dibagian wajahnya.

Akibat dari peristiwa itu, penyidik KPK yang menangani kasus e-KTP itu harus menjalani perawatan di rumah sakit Singapura. Hal itu dilakukan untuk menjalani penyembuhan mata dan wajahnya.

BACA JUGA : Polisi Masih Dalami Motif Lain Pembunuhan Arsitek di Depok!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here