Tujuh Pengemudi Grab Ini Ditangkap Polisi Karena Antar ‘Tuyul’!

0
4745
7 Pengemudi Grab ditangkap
Copyright ©tribunnews

Karena Melakukan Ilegal Akses, 7 Pengemudi Grab Ditangkap Polisi

Indowarta.com – Polisi berhasil melakukan penangkapan kepada 7 pengemudi Grab. Penangkapan ini dilakukan lantaran para driver tersebut melakukan pembobolan pada sistem aplikasi layanan ojek online itu. Pembobolan dilakukan dengan tujuan seolah-olah mereka sedang mengantarkan pelanggan, namun kenyataannya pengemudi berada di rumah.

BACA JUGA : Detik Detik Robohnya Konstruksi LRT yang Timpa 5 Pekerja!

Mereka menyebut tindakan ini dengan mengantar ‘tuyul’. Aparat kepolisian berhasil menangkap ketujuh tersangka dalam kasus ini di Makassar, Sulawesi Selatan. Penangkapan ini dilakukan lantaran mereka sudah melakukan ilegal acces kepada sistem elektronik milik Grab.

Ketujuh pengemudi itu adalah AQM (25), IG (31), RJ (25), KF (24), TR (24), TB (25), dan HR (21). Mereka secara bersama-sama telah dibawa Direktorat Kriminal Khusus ke Mapolda Sulawesi Selatan. Diketahui ilegal akses yang dilakukan para pelaku untuk mendapatkan bonus tanpa harus bekerja dari Grab.

WAJIB BACA :  Grab Hadir di 100 Kota Indonesia!

Dir Reskrimsus Polda Sulsel, Kombes Yudhiawan Wibisono mengatakan, para pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian pada saat mereka sedang melakukan aksinya. Penangkapan ini dilakukan di sebuah kos yang berada di jalan Toddopuli, Makassar, pada Minggu (21/1/18), sekitar pukul 16.00 WITA.

7 Pengemudi Grab ditangkap,
Copyright ©rakyatku

“Berdasarkan informasi masyarakat, polisi mendatangi sebuah rumah kos kemudian memeriksa dan menggeledah tujuh pemuda yang berkumpul. Mereka tertangkap tangan melakukan aktifitas ilegal access aplikasi Grab, untuk meraih bonus tanpa bekerja,” kata Kombes Yudhiawan Wibisono, dalam jumpa pers di Mapolda Sulsel, Senin (22/1/18).

BACA JUGA : Begini Cara Melihat Instagram Stories Tanpa Ketahuan!

Selain melakukan penangkapan kepada tujuh pelaku driver Grab ini, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti mengenai kasus ini. Beberapa barang bukti tersebut ditemuka di dalam rumah kos yang yang menjadi tempat mereka melancarkan aksi.

WAJIB BACA :  Pemerintah Akan Sanksi Grab dan GoJek Jika Tidak Mau Jadi Perusahaan Transportasi

“Beberapa barang bukti juga kami sita, seperti 5 unit mobil, 50 unit handphone, 7 buah ATM, 3 buah modem, dan catatan log kegiatan illegal access,” ucap Yudhi.

Dalam pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Sulsel, para pelaku ini sudah meluncur aksinya secara bersama-sama mulai awal tahun 2018. Akibat dari aksi tersebut perusahaan Grab telah mengalami kergian yang ditaksir mencapai 50 juta rupiah.

BACA JUGA : Grab Hadir di 100 Kota Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here