Munculnya Nama SBY dan Gamawan Fauzi di Sidang Setya Novanto!

0
916
mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir
Copyright ©globalindo

Beberapa Fakta Menarik Dalam Sidang Kasus Dugaan Korupsi, Salah Satunya Muncul Nama SBY

Indowarta.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Dalam sidang yang berlangsung pada Kamis (25/1/18), sejumlah fakta menarik muncul untuk terdakwa Setya Novanto.

BACA JUGA : Bambang Soesatyo Diperiksa KPK Sebagai Saksi Kasus E-KTP!

Dalam sidang tersebut, jaksa mengharikan saksi seperti mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Sugiharto, pengusaha Yusnan Solihin, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Irman.

Dalam sidang tersebut, Mirwan Amir mengungkapkan bahwa dirinya pernah meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melakukan penghentian terkait proyek e-KTP. Permintaan itu disampaikannya karena pada saat itu pengusaha Yusnan Solihin mengatakan padanya kalau ada masalah dalam proyek tersebut.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Dihadang, Hukum 'Meradang'!

Kemudian informasi tersebut telah disampaikan kepada SBY pada saat dia mengahadiri acara di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat. Akan tetapi, kata Mirwan, pada saat itu permintaannya telah ditolak dengan alasan mendekati pemilihan kepada daerah.

Setya Novanto
Copyright ©Tempo

Selain itu, Mirwan mengakui bahwa dia juga pernah melakukan pertemuan dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Pertemuan tersebut dilakukan di ruang kerja mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

BACA JUGA : Hari ini, KPK Periksa Ganjar Pranowo Terkiat Kasus E-KTP!

Mirwan mengatakan, dirinya tidak mengerti dalam pertemuan yang dilakukan tahun 2010 itu di dalam ruang  kerja Setya Novanto ada Andi Narogong. Dia baru mengetahuinya belakangan bahwa orang yang ada dalam pertemuan tersebut adalah Andi Narogong. Dalam sidang sebelumnya, Andi Narogong menyatakan bahwa Mirwan sempat menitipkan perusahaan untuk diikutsertakan dalam pengadaan proyek e-KTP.

WAJIB BACA :  Polisi Kok Gerak Cepat Saat Usut Laporan Seyta Novanto?

Dalam sidang, Irman mengatakan kalau dirinya pernah mengungkapkan kepada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kalau pejabat Kemendagri akan mendapatkan uang sebesar Rp 78 miliar. Akan tetapi, kata dia, Gumawan saat mendengar itu hanya diam saja dan tidak memberikan respon apapun.

“Seharusnya kan Pak Menteri bersikap. Itu kan dilarang juga terima uang. Artinya, Gamawan juga tahu soal itu,” kata Anggota majelis hakim, Ansyori.

Disamping itu, Irman telah menyakinkan kepada majelis hakim dalam sidang tersebut bahwa Setya Novanto juga memiliki peran mengenai pengurusan anggaran proyek e-KTP di DPR. Sebelumnya Andi Narogong menyatakan kalau kunci dari anggaran DPR itu berada di Setya Novanto.

BACA JUGA : Setya Novanto Punya Catatan Khusus Soal Bagi Uang di DPR?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here