Viral, Produk Viostin DS dan Enzyplex Mengandung DNA Babi!

0
870
Surat
Copyright ©pom.go.id

BPOM Memutuskan Untuk Menarik dan Memberhentikan Produksi Viostin DS dan Enzyplex

Indowarta.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya angkat bicara mengenai viralnya surat internal yang menunjukkan sampel obat suplemen makanan. Hal ini telah disampaikannya melalui situs resmi pom.go.id.

BACA JUGA : Ada 100 Lebih Lowongan CPNS di BPOM, Buruan Daftar!

Dalam penjelasannya itu, pihaknya sudah menyebutkan dua produk obat suplemen makanan, yaitu Viostin DS yang sudah diproduksi oleh PT Pharos Indonesia serta Enzyplex dari PT Mediafarma Laboratories telah positif mengandung DNA babi.

“Sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

WAJIB BACA :  Awas, Ada DNA Babi di Suplemen Viostin DS!

Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA Babi,” berikut keterangan poin kedua dalam penjelasan dari BPOM yang diterbitkan pada Selasa (30/1/18).

Ilustrasi Dokter
Copyright©bantennews

Kemudian BPOM telah menghimbau kepada dua perusahaan tersebut untuk menghentikan produksi Viostin DS dan Enzyplex. Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta untuk menarik ditribusi pada dua produk itu.

BACA JUGA : Ditemukannya Virus Pendongkrak Kekebalan dan Obat Kanker Otak!

Sudah disebutkan dalam surat itu, ada dua produsen diatas sudah mengambil langkah untuk menarik kembali produk mereka dengan adanya nomor bets yang sudah tertera pada pasaran. Terkait temuan pada Viostin DS dan Enzyplex ini, BPOM memberikan himbauan kepada Balai POM yang ada di seluruh Indonesia untuk terus melakukan pemantauan kepada beberapa produk yang menyalahi aturan.

WAJIB BACA :  Awas, Ada DNA Babi di Suplemen Viostin DS!

Salah satunya adalah sejumlah produk yang sudah dinyatakan mengandung DNA babi, akan tetapi tidak mencantumkan keterangan peringatan pada kemesannya. Jika ditemukan pelanggaran maka akan dilakukan penindakan tegas.

Disamping itu, Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, “Badan POM RI telah menginstruksikan PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan/atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut,” pada Rabu (31/1/18).

Berdasarkan pada Undang-undang RI Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, seharusnya pihak perusahaan dari  Viostin DS dan Enzyplex mencantumkan keterangan tidak halal pada produk mereka, lantaran sudah mengandung unsur haram menurut syariat.

BACA JUGA : Heboh Adanya Garam Dapur Dicampur Pecahan Kaca, Ini Penjelasan BPOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here