Awas, , Sebarkan Hoax Soal Pilkada 2018, Akun Media Sosial Anda Bisa Ditutup!

0
493
Berita Hoax
Copyrigth©ilustrasi

Akun Akan Ditutup Jika Terbukti Melakukan Penyebaran Isu Bermuatan Negatif

Indowarta.com – Menjelang diselenggarakannya Pilkada 2018 nanti, ada kebijakan baru yang sudah di rilis mengenai penggunaan media sosial. General Manager BlackBerry Messenger Indonesia Anondo Wicaksono mengungkapkan, pihaknya sidah siap untuk melakukan penutupan akun yang dinilai sudah melakukan penyebaran berita hoax atau palsu.

BACA JUGA : Apple Segera Saingi WhatsApp Business!

Disamping itu, pengawas Pemilu nantinya juga dapat melaporkan langsung terkait dengan keberadaan kabar hoax yang ada di aplikasi ini. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kemenkominfo.

“Aslinya kami berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tapi untuk pemilu ini, Pak Rudiantara (Menteri Kominfo) menganjurkan agar kami bisa langsung dengan Bawaslu,” ungkap Anondo di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (31/1/18).

Dia menjelaskan, BBM nantinya akan mendapatkan laporan mengenai adanya dugaan isu negatif atau hoax yang sudah tersebar di layanannya dari Banwaslu. Kemudian,BBM akan melakukan pengecekan kepada laporan itu untuk validasi mengenai isu tersebut serta melakukan koordinasi dengan Kemenkominfo.

Jika dalam pengecekan nanti, akun tersebut terbukti benar melakukan penyebaran berita hoax mengenai Pilkada, maka pihaknya akan segera melakukan penutupan akun. Hal ini untuk pencegahan lebih lanjut.

BACA JUGA : Dinilai Menyesatkan, FB Lakukan Pemblokiran Iklan Bitcoin Dkk!

“Saya yakin, sih, Bawaslu informasinya pasti benar. Namun, kami harus share juga informasinya ke Kemenkominfo yang menjalin partnership langsung dengan kami,” paparnya.

FB
Copyright©orbitindo

Anondo memastikan, seluruh konten yang ada dalam fitur BBM Discover diklaim sudah bersih dan bebas dari adanya penyebaran kabar hoax. Hal tersebut karena timnya sudah melakukan pengurangan berita dan artikel yang akan mereka muat pada layanannya.

Namun, dia mengaku kalua tidak bisa berbuat banyak terkait dengan persat personal atau pesan yang dikirimkan seseorang dari satu ke orang lainnya. Pasalnya terkait dengan hal tersebut merupakan privasi user.

“Kami punya obligasi kalau itu adalah hak dan privasinya user. Tapi kalau memang itu menurut Kemenkominfo membahayakan kestabilan negara, kami akan bantu menindaklanjuti,” tutur dia.

Banwaslu, Kemenkominfo, dan KPU juga melakukan kerja sama dengan beberapa media sosial lainya, seperti Facebook, Google, Line, Bigo Live, Instagram, WhatsApp, Metube, Telegram, dan LiveMe, yang bertujuan untuk menghindari kabar hoax.

BACA JUGA :  Jawaban Prabowo Saat Ditanya Tentang Deklarasi Capres!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here