Dilema Baru Saat Penutupan Tanah Abang!

0
2223
Tanah Abang
Copyright ©kricom

Pihak Kepolisian Lalu Lintas Meminta Pemprov DKI Untuk Membuka Seluruh Jalan Jati Baru, Tanah Abang

Indowarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap diminta oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk membuka seluruh Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk kendaraan yang akan melintas. Oleh karena itu, polisi memberikan saran agar Pemprov melakukan relokasi kepada sejumlah pedagang di tempat yang layak.

BACA JUGA : Diindikasi Korupsi, Polisi Panggil Ahok dan Anies Baswedan Soal Teluk Jakarta!

Seperti halnya yang sudah tecantum dalam rekomendasi hasil evaluasi penutupan jalan. “Baru satu jalur (Jalan Jatibaru) yang dikembalikan,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra, di Jakarta, Kamis (1/2/18).

WAJIB BACA :  Berita Terkini: BMKG Berikan Penjelasan Kenapa Bisa Terjadi Hujan Es di Jakarta!

Pihaknya mengatakan, dari hasil kajian yang sudah dilakukan semenjak adanya penutupan jalan Jatibaru, Tanah Abang, sudah menyababkan dampak negatif. Disamping menimbulkan kemacetan, jumlah pelanggaran dan kecelakaan kendaraan semakin mengalami peningkatan.

Meski begitu, Halim enggan menyebutkan terkait dengan angka peningkatan tersebut. Adanya penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang itu sudah membuat penambahan kesemrawutan yang berdampak pada nasib para pengemudi angkutan umum.

Tanah Abang,
Copyright ©Merdeka

Mengenai hal itu, Halim menganggap bahwa pemanfaatan jalan tersebut untuk para pedagang kaki lima kurang tepat dan tidak layak. Seharusnya Pemprov DKI membuatkan tempat baru untuk para pedagang kaki lima di Tanah Abang, sehingga tidak akan menggunakan jalan untuk tempat jualan.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Gencarnya Wacana Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ke Palangkaraya, Layak?

BACA JUGA : Solusi Sandiaga Uno Jelang Relokasi pedagang di Tanah Abang!

Disisi lain, Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala menyatakan bahwa kebijakan yang diambil Pemprov DKI Jakarta untuk menata Tanah Abang perlu dilakukan pengkajian ulang. Hal itu karena, kata dia, penataan kepada para pedagang kaki lima sekarang ini sudah berbenturan dengan aturan serta regulasi.

“Perlu ada suatu apakah amendemen, diskresi, atau apa pun namanya. Jangan dianggap sebagai sesuatu yang sudah benar dengan sendirinya,” kata dia di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/1/18).

Selain itu, Andrianus juga masih mempertanyakan kebijakan jangka panjang yang akan diambil oleh Pemprov DKI Jakarta untuk dapat membangun Tanah Abang, khususnya dalam penataan para PKL di kawasan itu.

WAJIB BACA :  Bantah H Lulung, Camat Sebut Adanya Sosok Preman di Tanah Abang!

Hal tersebut, kata dia, sampai sekarang ini para PKL itu masih belum mendapatkan informasi kapan mereka akan direlokasi secara permanen. Ditambah, adanya kebijakan untuk penutupan Jalan Jatibaru itu memiliki sifat sementara.

“Tapi ini rasanya proyek jangka panjang nih. Karena misalnya PKL tidak pernah diberi estimasi, kapan atau berapa lama mereka di sini,” pungkasnya.

BACA JUGA : Diperiksa Soal Kasus Tanah, Sandiaga Uno Mengadu Ke Prabowo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here