PDIP dan Gerindra Kewalahan di Pilkada Jabar!

0
2078
PDIP dan Gerindra Kewalahan di Pilkada Jabar!
Copyright ©Kompas

PDIP dan Gerindra Mendapatkan Persentase Kecil Dalam Pilkada Jabar

Indowarta.com – Kabar terbaru Direktur Eksekutif Center fot Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte telah melihat bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan partai Gerindra sangat kewalahan dalam Pilkada Jawa Barat.

Berdasarkan Survei Cyrus Network terkini, dimana suara calon pemilih telah kelompokkan pasangan Ridwan Kami- UU R Ulum mendapatkan 45,9% dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 40.9%.

Baca Juga Notif di WhatsApp Akan Bisa Diatur Berdasar Pada Prioritas Lho!

Tutur Philips dalam paparan survey opini Public Cyrus Network, Jakarta,”Sementara calon yang diusung PDI-P kecil sekali (perolehan suaranya), demikian juga calon yang diusung Gerindra.”

Dimana pasangan calon yang tengah diusung PDI-P yaitu TB Hasanuddin – Anton Charliyan. Sedangkan Gerindra telah mencalonkan Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Hal tersebut memiliki tingkat pemilihan yang cukup rendah dan masing-masing mendapatkan 2,5% dan 5%.

Ucap Philips,”Ini menurut saya ironi besar dua calon yang diusung dua parpol terbesar di Jabar.”

PDIP dan Gerindra Kewalahan di Pilkada Jabar!
Copyright ©Kompas

Dia juga tambahkan bahwa hasil Survei itu setidaknya telah menunjukkan kalau kedua parpol sudah terlambat dalam mengusung pasangan calon ataupun kalah cepat dengan partai lainnya.

“Jadi, PDI-P dan Gerindra menurut saya mulai Pilkada Jabar ini agak kwalahan dari parpol lain. Akibatnya, PR berat sekali untuk calon yang disung PDI-P dan Gerindra,”imbuhnya.

Baca Juga Penampilan Syar’i Kamu Belum Lengkap Tanpa Kaos Kaki!

Tidak hanya itu saja, dimana hasil tabulasi silang antara elektabilitas dan juga pilihan partai politik yang menunjukkan kalau soliditas pemilih PDI-P dan juga gerindra memang rendah dari pada partai yang mengusung Ridwan Kamil dan Ulum.

“Pemilih PDI-P dan Gerindra malah memilih passion lain yang tidak diusung PDI-P dan Gerindra,” “ Ini menurut saya PR besar karena partainya kelihatan tidak siap menyiapkan calonnya untuk Pilkada jabar yang demikian penting,” tuturnya.

Dengan demikian, dia juga sudah melihat masih memiliki waktu lima bulan untuk menunjukkan tingkat pemilihan. Apalagi, saat ini tingkat kemantapan responden untuk survey opini baru 30.3% saja.

Ujar Philips,”69.7% bilang pilihannya masih bisa berubah. Masih goyah. Dan pemilih Jabar adalah pemilih yang paling mudah pindah ke lain hati.”

Dia juga sebutkan kalau dalam pemilhan legislatif Jabar telah dimenangkan oleh PDI-P pada tahun 1999 silam, pada tahun 2004 dimenangkan Golkar, 2009 dimenangkan Demokrat dan pada 2014 telah dimenangkan oleh Gerindra. Lalu pada tahun ini akan dimenangkan oleh partai apa?

Baca Juga Kena Sentil Jokowi, BEM UI Langsung Galang Donasi Untuk Asmat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here