KPK Temukan Uang Rp 1 Miliar dalam Kardus Saat OTT di Lampung!

0
331
Febri Diansyah
Copyrigth©Tribunnews

Dalam OTT Lampung Tengah, KPK Amankan Uang Senilai Rp 1 Miliar

Indowarta.com – Operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung Tengah dan Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan penangkapan kepada 14 orang. Dalam OTT tersebut lembaga antirasuah ini juga mengamankan uang senilai Rp 1 miliar yang disimpan di dalam kardus.

BACA JUGA : KPK Beri Ultimatum Pada Kemendagri, Soal Apa?

Jumlah uang tersebut telah ditemukan oleh petugas KPK saat berada di Lampung Tengah. Pada saat diperiksan isi dalam kardus itu, terdapat jumlah uang kertas dengan pecahan mencapai Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

“Kami menemukan uang di Lampung dalam sebuah kardus. Pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, dengan total sejauh ini sekitar Rp 1 miliar,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat konferensi pers di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/18).

Disamping itu, Febri mengatakan bahwa penyidik KPK sekarang ini sedang berada di lapangan untuk mendalami kasus tersebut. “Tim masih di lapangan,” jelasnya. Hingga dirinya menyampaikan pres itu, tidak ada kepala daerah yang terjaring dalam OTT kali ini.

KPK
Copyright©Okezone

Untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, kata Febri, ke 14 orang itu langsung dibawa ke gedung KPK pada pagi hari ini, mereka terdiri dari pihak swasta, pejabat DPRD, dan para pegawai yang terlibat dalam kasus tersebut.

BACA JUGA : Ditahan KPK, Ini Kekayaan Bupati Subang Imas Aryumningsih yang Capai Rp 50 Miliar!

“Belum ada kepala daerah yang kami amankan sampai detik ini. Masih DPRD yang kami amankan dari Jakarta, di Lampung ada pegawai dan pejabat Pemkab dan ada pihak swasta,” ungkap Febri.

“Nanti proses lebih lanjut yang dibawa ke kantor KPK akan kami sampaikan. Kemungkinan besok pagi sekali sudah sampai,” sambung dia.

KPK menduga bahwa ada indikasi uang menunjukkan kasus penyuapan dari Pemkab kepada DPRD Lampung Tengah. Febri mengatakan, bahwa Pemkab membutuhkan persetujuan dari pihak DPRD, serta uang senilai Rp 1 miliar itu diduga merupakan hadiah dari pihak Pemkab kepada DPRD setempat.

“Indikasi ya terkait dengan adanya kebutuhan persetujuan dari DPRD. Jadi pihak pemkab meminta persetujuan kepada DPRD, kemudian dilakukanlah sejumlah upaya untuk pemberian hadiah atau janji tersebut,” jelas Febri.

BACA JUGA : Bupati Halmahera Timur Rudi Irawan Ditahan KPK?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here