5 Trik Hadapi Penyebar Hoax di WhatsApp!

0
553
Berita Hoax
Copyrigth©ilustrasi

Trik Yang Dapat Kamu Lakukan Jika Menemukan Anggota Grub WhatsApp Melakukan Penyebaran Berita Hoax

Indowarta.com – Jelang persaingan politik dalam Pilkada 2018 ataupun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, penyebaran berita hoax akan semakin marak terjadi. Berdasarkan prediksi, penyebaran berita palsu ini akan semakin sering terjadi di sejumlah pesan instan, salah satunya WhatsApp ataupun Telegram.

BACA JUGA : FB Mulai Ditinggalkan Kaum Milenial, Kenapa?

Terkait dengan hal tersebut, Relawan Edukasi Antihoax Indonesia (Redaxi) ternyata lebih dulu memikirkannya. Tim edukasi mengenai adanya penyebaran berita hoax sering kali menimbulkan pertanyaan, apa yang harus dilakukan jika ada salah satu anggota keluar mereka di grub WhatsApp sering kali menyebarkan berita palsu.

WAJIB BACA :  Sama sama Gunakan Enskripsi, Ini Beda Telegram dan WhatsApp!
anti-hoax
Copyrigth©The Indonesian Institute

Pasalnya penyebaran berita hoax ini tidak hanya terjadi di grub WhatsApp keluarga saja, namun beberapa grub lainnya yang sudah bentuk oleh beberapa orang pengguna WhatsApp untuk menjalin komunikasi. Berikut beberapa trik yang diberikan oleh Astri Yanuarti selaku juru bicara Redaxi, seperti dikutip dari VIVA, Jumat (16/2/18).

  1. Gunakan bahasa yang sopan untuk mengingatkan seseorang yang melakukan penyebaran berita hoax.
  2. Alangkah baiknya, sertakan bukti bahwa berita yang disebarkan itu tidak benar. Bukti itu bisa didapat dari banyak sumber, seperti sejumlah grub antihoax atau instansi yang terkait. Sering kali mereka mengunggah bentuk klarifikasi mengenai penyebaran berita hoax di media sosial.
  3. Selain itu, seringlah memposting ayat kitap suci masing-masing agama yang berisikan larangan untuk perbuatan fitnah, penyebar berita tidak benar, serta mencaci seseorang. Karena setiap agama telah melarang perbuatan itu.
  4. Untuk mengantisipasi adanya penyebaran kabar palsu itu, juga seringlah untuk memposting ancaman pidana kepada para penyebar isu kebohongan itu, fitnah, ujaran kebencian, yang sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
  5. Menghimbau dan mengajak seluruh anggota keluarga untuk tidak melakukan penyebaran dan pengunggahan kabar-kabar yang tidak diketahui dari mana sumber dan kebenarannya. Untuk penggantinya, perbanyak melakukan komunikasi atau obrolan yang membahas mengenai aktivitas keluarga masing-masing, sehingga akan jauh dari permbicaraan mengenai kabar palsu.

BACA JUGA : Cara Hemat Kuota Saat Menggunakan WhatsApp!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here