Karugian Karena Proyek 32 Tol dan 4 LRT Dihentikan!

0
289
Tiang Tol Becakayu Ambruk,
Copyright©Twitter/@TMCPolda

Adanya Moritorium Membuat Poyek Dihentikan Sementara

Indowarta.com – Dalam catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukkan bahwa sudah ada 32 proyek jalan tol dan 4 proyek kereta layang (LRT) yang berlangsung di Indonesia harus dihentikan sementara. Hal tersebut menyusul langkah pemerintah yang akan melakukan evakuasi proyek infrastruktur yang kerap kali terjadi kecelakaan kerja.

BACA JUGA : Pencarian Korban Longsor di Brebes Masih Terus Diupayakan!

Lalu berapa kerugian yang akan terjadi adanya kebijakan moratorium jalan layang (elevated) yang mengharuskan proyek dihentikan sementara? Ketua Komite Keselamatan Konstruksi Nasional (KKKN) Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin menjelaskan bahwa adanya kebijakan yang memakan waktu selama dua minggu itu tidak akan menyebabkan pembesaran biaya yang harus dihadapi oleh kontraktor.

“Tidak ada penambahan biaya dan waktunya tidak lama. Tidak semua dihentikan juga, hanya yang elevated saja,” ujar dia, Jakarta, Jumat (23/2/18).

Dia mengatakan jika saja sebuah proyek dihentikan ini dapat lulus evaluasi dari KKKN serta beberapa pihak terkait. Maka selanjutnya KKKN akan mengeluarkan persetujuan untuk melanjutkan proyek tersebut.

“Tergantung pelaksanaannya. Ada yang tidak sampai sehari sudah di-approval oleh komite untuk jalan (konstruksi proyek),” ungkap Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR itu.

Tiang Tol Becakayu Ambruk
Copyright©Twitter/BPBD DKI

Sebelumnya, pihaknya menegaskan adanya moratorium ini dilakukan untuk evaluasi kepada seluruh proyek layang, hal ini menyusul adanya korban luka-luka yang terjadi dalam proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu. Sehingga sekarang ini proyek dihentikan sementara.

BACA JUGA : Kronologi Ambrolnya Tiang Proyek Tol Becakayu!

Syarif Burhanudin menilai, sebelum adanya kebijakan proyek dihentikan sementara ini, dia menilai bahwa seluruh kotruksinya sudah menjalankan Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan kerja atau K3. Namun ada beberapa faktor lainnya yang ada di luar K3 yang dapat mempengaruhi pembangunan proyek, seperti bahan bangunan dan cuaca.

“Tapi untuk hari ini sudah ada yang kami keluarkan rekomendasi untuk kembali berjalan seperti proyek Jembatan Holtekamp di Papua, itu sudah di-approval,” kata Syarif.

Sedangkan Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (BPP Gapensi) mengharapkan moratorium proyek jalan layang ini agar tidak berlangsung lama, dan diharapkannya proyek dihentikan ini hanya berjalan maksimal tiga minggu saja.

“Kami usulkan jangan kelamaan. Cukup tiga minggu saja,” papar Sekjen Gapensi Andi Rukman Karumpa.

BACA JUGA : Kronologis Ambruknya Balok Penyangga Flyover Tol Pasuruan Probolinggo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here