Cara Membedakan Smartphone Resmi dan ‘Black Market’ Sebelum Membeli!

0
329
Ilustrasi Pengguna Smartphone
Copyright ©Istimewa/Huffington Post

Lakukan Pengecekan Sertifikasi Smarphone Sebelum Membelinya

Indowarta.com – Sekarang ini membeli smartphone sudah dapat dilakukan di beberapa tempat, mulai dari distributor, gerai vendor resmi, dan sejumlah gerai yang ada di pusat pergadangan elektronik, toko online, layanan e-commerce, serta via media sosial.

BACA JUGA : Canggih, Inilah Daftar Smartphone yang Paling Banyak Dipalsukan!

Namun kepada seluruh masyarakat yang ingin membeli smartphone disarankan untuk membeli di gerai resmi, karena penjualannya lebih terjamin. Namun ada beberapa orang yang memutuskan untuk membeli barang black market (BM)/ilegal di sejumlah gerai non resmi, hal itu karena harga yang jauh lebih murah.

Bahkan pertimbangan lainnya adalah ungkapan ‘garansi resmi’ yang diletakkan pada kemasan produk. Namun hal itu bisa benar, namun juga dapat menjadi sebuah modus penipuan di sejumlah gerai non resmi.

WAJIB BACA :  Horee, Nokia 8110 4G Sudah Bisa Dipesan di Indonesia Lho!

Dengan adanya keterangan tersebut, biasanya kebanyak calon pembeli akan mantap dan segera melakukan trasaksi pembelian tanpa melakukan cara membedakan smartphone resmi. Namun, sekarang ini untuk membuktikan bahwa klaim itu memang benar dapat dilakukan pengecekan di situs sertifikasi.postel.go.id.

Smartphone Murah
Copyright©images

Saat sudah masuk dalam situs untuk cara membedakan smartphone resmi ini, buka tab pada tulisan ‘Daftar Sertifikat’, kemudian klik ‘Sertifikat Berlaku’. Setelah itu anda akan dihadapkan pada sebuah kolom, lantas masukkan nomer sertifikat yang tertera di label kemasan smartphone.

BACA JUGA : Begini Cara Memaksimalkan Smartphone!

Jika nantinya nomor sertifikasi itu sesuai dengan model smartphone yang anda gunakan, maka artinya smartphone itu memang sudah mendapatkan sertifikasi dan sudah diresmikan untuk penjualannya di pasar Indonesia.

WAJIB BACA :  Horee, Nokia 8110 4G Sudah Bisa Dipesan di Indonesia Lho!

Namun smartphone tersebut dianggap BM atau ilegal jika saja nomor yang anda masukkan sebelumnya tidak sesuai atau bahkan tidak tercantum dalam daftar. Pengecekan ini lebih baik dilakukan sebelum membeli ponsel di gerai fisik.

Jika saja melakukan pembelian melalui e-commerce ataupun toko online di media sosial. Anda dapat meminta penjual untuk lebih dulu mengirimkan foto kemasan smartphone yang anda akan beli. Hal ini diminta untuk melakukan cara membedakan smartphone resmi di label yang tertera pada kemasannya.

E-commerce seperti Tokopedia memberikan kesempatan kepada pembeli untuk melakukan pengecekan barang yang sudah diterimanya terlebih dahulu, sebelum melakukan konfirmasi dan menyelesaikan transaksi. Pada saat pengecekan tersebut, smartphone dapat dikembalikan jika tidak tersertifikasi.

BACA JUGA : Inilah Deretan Smartphone Yang Segera dapat Update Android Oreo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here