Ketika Parpol Dilarang Pasang Gambar Soekarno Sampai Seharto Saat Kampanye!

0
671
KPU
Copyright©tstatic

KPU Keluarkan Larangan Menggunakan Gambar Tokoh Yang Bukan Pengurus Parpol Dalam Alat Peraga Kampanye

Indowarta.com – Komisi Pemberantasan Umum (KPU) mengeluarkan larangan untuk pemasangan gambar tokoh yang bukan merupakan pengurus partai politik pada desain alat peraga di dalam kampanye. Diantara gambar tokoh tersebut meliputi mantan Presiden RI, seperti Sukarno, Soeharto, dan BJ Habibie.

BACA JUGA : Persaingan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 Bisa Picu Konflik Lagi?

“Jadi, kalau ada gambar Bung Karno, Pak Harto, Jendral Sudirman, KH Hasim Ashari, Kiai Ahmad Dahlan, itu tidak diperkenankan gambar ada dalam alat peraga dan bahan yang difasilitasi KPU,” kata komisioner KPU Wahyu Setiawan saat di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (26/2/18).

WAJIB BACA :  Sri Mulyani Diserbu Pertanyaan Soal Utang Ketika Rapat Bersama DPR

Dikeluarkannya larangan ini karena sejumlah tokoh tersebut bukan merupakan pengurus parpol. Wahyu menegaskan, bahwa larangan ini tidak hanya diberikan kepada sejumlah tokoh tertentu, akan tetapi juga diberlakukan kepada keseluruhan.

“Bukan kita tidak suka pada tokoh itu, tetapi karena bukan pengurus parpol, sehingga tidak boleh ada dalam alat peraga kampanye yang difasilitasi KPU,” ungkap dia.

“Pak Soeharto tidak boleh bukan karena Pak Soeharto-nya, tetapi beliau bukan pengurus parpol. Ini yang harus kita pahami bersama, jadi tidak menuju pada tokoh tertentu, ini (larangan) bersikap umum,” tambahnya.

Presiden Soekarno
Copyright ©Otonomi

Namun, kata Wahyu, gambar para tokoh tersebut boleh digunakan hanya untuk kepentingan internal parpol. Untuk sejumlah acara internal yang digelar oleh partai, gambar seorang tokoh masih diperbolehkan untuk digunakan.

WAJIB BACA :  Sri Mulyani Diserbu Pertanyaan Soal Utang Ketika Rapat Bersama DPR

BACA JUGA : JR Saragih Tak Lolos, Demokrat Kambing Hitamkan KPU!

“Jadi semua figur bukan pengurus partai tidak boleh dimasukkan dalam alat peraga yang difasilitasi KPU, siapa pun, kecuali untuk kepentingan-kepentingan rapat internal,” jelas dia.

Jelang kampanye, masing-masing dari parpol diwajibkan untuk menyerahkan desain dan meteri bahan kampanye ke KPU. Nantinya akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk mencegah adanya beberapa alat kampanye yang melanggar aturan.

“Oleh karena itu, untuk memastikan apakah desain dan materi bahan kampanye dan alat peraga sesuai ketentuan apa tidak, desain dan materi dilaporkan ke KPU, kemudian dikoreksi untuk memastikan desain dan materi kampanye tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Wahyu.

WAJIB BACA :  Sri Mulyani Diserbu Pertanyaan Soal Utang Ketika Rapat Bersama DPR

Larangan terkait pemasangan gambar tokoh dalam desain alat peraga kampanye ini telah tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017, tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

BACA JUGA : Hanya Semalam, Ridwan Kamil Kumpulkan Dana Kampanye Ratusan Juta Rupiah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here