Kalangan Pemilih Muslim lebih Pilih Jokowi Ketimbang Prabowo!

0
1964
Jokowi dan Prabowo..
Copyright ©Antara

Hasil Survei Menunjukkan Bahwa Jokowi Lebih Unggul di Kalangan Pemilih Muslim Dibandingkan Dengan Prabowo Subianto

Indowarta.com – Lembaga survei Populi Center telah merilis hasil servei terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dari hasil survei menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo lebih unggul dari Prabowo Subianto pada kalangan pemilih Muslim yang berlatar belakangkan organisasi Islam.

BACA JUGA : Persaingan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 Bisa Picu Konflik Lagi?

Untuk pemilihan Jokowi di dalam kalangan Muhamdiyah telah mencapai  56,4 persen, Maddlatul Ulama (NU) sebesar 66,0 persen, sedangkan untuk para responden dari Persatuan Islam (Persis) menghasilkan 61,9 persen.

Ternyata dalam survei ini juga tidak hanya mengambil kalangan Muslim dengan latar belakang organisasi Islam, namun juga pemilih Muslim yang tidak terkait dengan organisasi apapun. Dari hasil pemilihan tersebut Jokowi masih unggul dengan jumlah responden mencapai 57,1 persen.

WAJIB BACA :  Tol Rembang-Pasuruan Bakal Diresmikan Jokowi Hari ini!

“Masyarakat Muslim yang masuk organisasi NU adalah pendukung terbesar Jokowi,” ungkap Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati saat menjelaskan hasil survei di kantornya, Jakarta, Rabu (28/2/18).

Jokowi dan Prabowo
Copyright ©Antara

Disamping itu, untuk sebaran di kalangan Muhammadiyah yang memilih Prabowo mencapai 34,6 persen, dan NU mencapai 25,4 persen, serta di kalangan pemilih Persis sebesar 28,6 persen. Untuk angka pemilih Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dikalangan luar organisasi Islam sebesar 27,3 persen.

BACA JUGA : PDIP dan Gerindra Kewalahan di Pilkada Jabar!

“Dari latar belakang organisasi Islam Prabowo kalah dengan Jokowi. Pendukung terbesar Prabowo datang dari kelompok Muhammadiyah,” kata Hartanto.

Survei tingkat elektabilitas dari Jokowi dan Prabowo ini sudah digelar oleh Populi Center pada 7-16 Februari, dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden yang berasal dari 120 desa/kelurahan yang berad adi 120 kecamatan di 34 provinsi seluruh Indonesia.

WAJIB BACA :  Galang Donasi, Prabowo Kehabisan Modal?

Dalam survei yang dilakukan ini telah mengambil metode acak bertingkat atau disebut multistage random sampling, denga kemungkinan margin of eror mencapai 2,899 persen. Serta untuk tingkat kepercayaan yang mencapai 95 persen dan menggunakan pendataan secara internal.

Diketahui sebelumnya, bahwa Jokowi dan Prabowo gadang-gadang akan kembali bersaing dalam Pilpres 2019 mendatang. Sehingga banyak beberapa lembaga survei yang merilis hasil survei terkait elektabilitas dari keduanya.

BACA JUGA : Jelang Pilkada 2018, Ridwan Kamil Minta Waspadai Hal Ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here