Gempa Berkekuatan Magnitudo 7.5 Guncang Papua Niugini, 30 Orang Tewas!

0
429
Gempa Papua Niugini
Copyright ©Reuters

Gempa Dasyat Terjadi di Papua Niugini Dan Menyebabkan 30 Orang Tewas

Indowarta.com – Pada Senin, 26 Februari 2018 kemarin kawasan pegunungan dalam di Papua Niugini terjadi gempa yang dasyat. Bahkan akibat dari kejadian tersebut diduga ada sekitar 30 orang di kawasan itu meninggal dunia.

BACA JUGA : Korban Gempa di Taiwan Bertambah Jadi 7 Orang Tewas dan 177 Hilang!

Berdasarkan laporan dari AFP, gempat dengan kekuatan 7,5 magnetudo telah menguncang kawasan 90 km dari Porger, Provinsi Enga. Serta terjadi juga gempa susulan yang juga membuat panik masyarakat sekitar.

Sedangkan, surat kabar lokal Ost Couries yang mengutip pernyataan dari pejabat pemerintahan daerah, William Bando, menyatakan bahwa dalam insiden bencana alam tersebut telah memakan korban yang merupakan masyarakat di kawasan itu.

Dari harian tersebut juga melaporkan bahwa sudah ada 13 orang yang tewas setelah adanya gempa, korban tersebut berasal dari wilayah Mendi. Southern Highlands, sedangkan ada 18 orang lainnya yang berada di dekat Ketubuh dan Bosave yang juga diduga merupakan korban yang tewas.

gempa bali
Copyright©okezone

Kurang lebih ada 300 orang yang mengalami luka-luka dan bangunan masyarakat mengalami kerusakan. Tidak hanya gempa, namun getaran bencana alam itu juga menyebabkan longsor yang terjadi dikawasn tersebut.

BACA JUGA : Bertambah, Ini Idenditas 7 Korban Tewas Tanah Longsor Brebes!

Setelah kejadian, pemerintah langsung mengirimkan tim peninjau yang sudah melakukan penerbangan menuju lokasi terdampak gempa. Pada Selasa (27/2/18), pemerintah mengharapkan bahwa tim sudah dapat melaporkan dampak adanya bencana alam tersebut.

Selain itu, para militer juga sudah diterjunkan untuk memberikan bantuan dalam pemulihan layanan serta infrastruktur di kawasan itu, pasalnya sambungan telepon dikawasn tersebut langsung terputus setelah adanya gempa.

“Informasi terbaru akan dirilis berdasarkan hasil laporan tim peninjau,” ungkap sekretaris utama pemerintah Isaac Lupari pada sebuah pernyataan.

Pasca adanya bencana ini, perusahaan ExxonMobil yang diketahui berada di kawasan tersebut terpaksa harus memberhentikan kegiatannya terlebih dahulu. Serta sejumlah perusahaan penerbangan yang berangkat dari Komo juga harus tunda.

Sebagai bentuk tindakan pencegahan akibat gempa, operasi produksi perusahaan Oil Search juga dilakukan penutupan. Akan tetapi, kedua perusahaan tersebut sudah melaporkan bahwa tidak ada korban yang mengalami cidera.

BACA JUGA : Jakarta Dikepung Banjir, Anies Baswedan Monitor Terus!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here