Vaksin HPV Akan Jadi Program Nasional Tahun Depan?

0
346
Copyright ©Hipwee

Pemerintah Akan Jadikan Vaksin HPV Sebagai Program Nasional

Indowarta.com – Adanya dorongan dari Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) untuk program nasional vaksin HPV dalam pencegahan kanker serviks akan segera direalisasikan pemerintah. Hal ini karena adanya sebuah kondisi yang mendesak.

BACA JUGA : Menkes Ingatkan Warga Gunakan Vaksin Resmi Untuk Cegah Difteri!

Berdasarkan data Globocan 2012, nyatakan bahwa pada 1 jam perempuan di Indonesia meninggal karena menderita kanker serviks. Meninggalnya seorang ibu karena penyakit ini juga akan membawa dampak untuk keluar yang ditinggalkan.

Terkait dengan hal ini sudah dijelaskan oleh Ketua HOGI Prof. dr. Andrijono SpOG(K) pada saat dihadapan para anggota Komisi IX DPR RI pada Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi IX, pada awal Februari lalu.

Pasalnya adanya skrining atau deteksi dini kanker seviks menggunakan tes pap smear serta IVA hingga sejauh ini masih belum dapat menurunkan angka penderita penyakit tersebut. Ditambah adanya cakupan deteksi dini kanker ini masih mencapai 11%, yaitu 4% untuk IVA dan 9% dan pap smear.

Vaksin HPV, ilustrasi
Copyright ©hipwee

Salah satu pencegahan dari kenker serviks adalah dengan melakukan vaksin. Oleh karena itu vaksi HPV sangat efektif untuk pencegahan terinfeksinya Human Pappiloma Virus (HPV), yang menjadi penyebab utama timbulnya kanker serviks serta kenker mulut, kanker penis, dan tonggorokan. HPV tipe 16 dan 18 lebih banyak menyebabkan kanker jenis ini.

BACA JUGA : Sudah Menikah Masih Perlu Lakukan Vaksin HPV?

HOGI menyarankan untuk memberikan vaksin HPV sejak usia 9-55 tahun, akan tetapi lebih efektifnya diberikan kepada anak usia 9-13 tahun, sebelum mereka terpapar dari  HPV. Pasalnya resiko tertulang HPV di Indonesia terbilang tinggi karena angka pernikahan dini yang cukup banyak.

Namun hingga sekarang ini pemberian vaksin HPV masih belum menjadi sebuah program nasional. Hanya beberapa wilayah yang sudah menjalankannya, seperti Surabaya, DKI Jakarta, dan Yogyakarta. Terlebih di Yogyakarta hanya dilakukan di dua kabupaten. Sedangkan Makasar dan Manado akan menyusul kedepannya.

“Kalau vaksin diberikan secara sporadis di wilayah-wilayah kecil seperti ini tidak akan efektif. Program nasional vaksin HPV sudah sangat mendesak,” kata Andrijono.

Pihak HOGI mengharapkan adanya pembahasan mengenai anggaran Kementerian Kesehatan tahun 2018 itu akan masuk dalam program nasional vaksin HPV, sehingga di tahun 2019 mendatang program tersebut sudah dapat dijalankan.

“Paling lambat tahun 2020 harus sudah terlaksana,” ungkap Andrijono.

BACA JUGA : Berisiko, Program Vaksinasi Demam Berdarah Dihentikan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here