Merokok ataupun Mendengarkan Musik Ketika Mengemudi Akan Dihukum 3 Bulan Penjara!

0
312
Berkendara
Copyright ©TOC Automotive College

Ternyata Merokok dan Mendengarkan Musik Ketiak Berkendara Merupakan Sebuah Kebiasaan Yang Melanggar Atura Berlalu Lintas

Indowarta.com – Kebiasaan merokok atau mendengarkan musik ketika mengendari kendaraan roda dua atau roda empat mamang sudah kerap terlihat, hal ini dianggap sebagain orang untuk dapat menghilangkan kejenuhan sepanjang perjalanan mereka.

BACA JUGA : Cara Mengobati Ngantuk ketika Mengemudi!

Akan tetapi kebiasaan mendengarkan musik ketika berkendara ternyata tidak boleh dilakukan. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengungkapkan, melakukan kebiasaan ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran aturan dan akan mendapatkan ancaman hukuman yang tidak ringan.

“Merokok, mendengarkan radio atau musik atau televisi (untuk pengguna roda empat) melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 junto Pasal 283 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Budiyant, Kamis (1/3/18).

Selain larangan mendengarkan musik ketika berkendara, mengoperasikan ponsel dan terpengaruh minuman berakohol pada saat berkendara juga termasuk sebuah pelanggaran, karena itu sudah masuk dalam sebuah pelanggaran yang tertuang dalam UU tentang Lalu Lintas.

Bedasarkan Undang-Undang Nomor 22 rahun 2009 pasal 106 Ayat 1 menyatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraanya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Berkendara,
Copyright ©net

Sedangkan yang tertuang dalam Pasal 283 menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

BACA JUGA : Begini Skema Pajak Mobil Listrik!

“Menurut survei yang kami lakukan, merokok, mendengarkan musik, dan kegiatan lain yang termasuk dalam tindakan yang tidak wajar dalam berkendara dapat menurunkan konsentrasi dalam berkendara dan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelas Budiyanto.

Sampai sekarang ini, kata dia, pihak polisi terus melakukan sosialisasi dan operasi dengan tujuan untuk membuat seluruh masyarakat sadar akan banya melakukan beberapa tindakan pada saat berkendara, seperti mendengarkan musik saat berkendara.

Adanya larangan mendengarkan musik ketika berkendara sudah mendapatkan respon dari Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM), yaitu Komunitas Konsumen Indonesia. Pihaknya meminta kepolisian untuk mengklarifikasi adany larangan tersebut agar tidak menimbulkan ketidak pastian hukum terjadi dalam penyalahgunaan wewenang lantaran aturan yang dinilai tidak jelas.

BACA JUGA : Harga, Tampilan dan Fitur Terbaru New Yaris 2018!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here