55 Juta Kartu SIM Terancam Diblokir Karena Tak Registrasi!

0
365
Registrasi Kartu SIM
Copyright ©tribunbatam

Sebanyak 55 Juta Kartu SIM Terancam Akan Dilakukan Pemblokiran Karena Tak Kunjung Melakukan Registrasi SIM

Indowarta.com – Pemerintah melalui Kementertian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) sudah melakukan pemblokiran tahap pertama untuk para pengguna kartu SIM prabayar yang tidak melakukan registrasi, hal ini sudah berlaku mulai Kamis (1/3/18) kemarin.

BACA JUGA : WhatsApp Bakalan Beri Tanda Untuk Pesan yang diteruskan!

Dalam kurun waktu 1-31 Maret 2018 ini, untuk para pengguna yang masih belum melakukan registrasi SIM akan dilakukan pemblokiran pada layanan panggilan keluar dan pesan SMS keluar (outgoing). Namun dalam kondisi ini para pelanggan masih dapat menerima panggilan masuk dan SMS masuk, serta penggunaan internet.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Ketua ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia), Merza Fachys, masih ada 55 juta pelanggan yang belum melakukan registrasi SIM dan akan terancam untuk diblokir.

SIM Card Prabayar
Copyright ©Kompas

“Tiap operator kan tentu punya cara pemblokiran dan angka yang berbeda-beda. Kalau kita lihat dari penjelasan Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) kemarin yang berhasil registrasi ada 305 juta, sedangkan total nomor aktif di Indonesia sendiri ada sekitar 360 juta,” ungkap Merza, Jumat (2/3/18) di Jakarta.

BACA JUGA : Cegah Pengintip, WhatsApp Keluarkan Dana Sampai Rp 683 Miliar!

“Berarti ada sekitar 55 juta (nomor kartu SIM) yang bakal diblokir. Kalau antara 1-30 Maret nanti belum daftar juga, tentu akan secara bertahap pemblokiran outgoing call dan SMS-nya. Jadi angkanya dinamis setiap hari,” sambungnya.

Diketahui bahwa pemblokiran akan dilakukan secara bertahap kepada para pengguna yang masih belum melakukan registrasi SIM. Pasalnya pemerintah sudah memberikan tenggat waktu hingg tanggal 28 Februari 2018 kemarin.

Untuk 1-21 Maret pemblokiran akan dilakukan untuk penggunaan layanan telepon keluar dan SMS keluar (outgoing). Pada kondisi ini pengguna masih dapat melakukan registrasi SIM dengan menggunakan beberapa persyaratan yang ditentukan sebelumnya, yaitu NIK dan Nomor Kartu Keluarga (KK).

Namun jika masih belum melakukan registrasi SIM hingga tanggal 1-30 April 2018, maka pemblokiran tahap kedua akan dilakukan.Yaitu pada layanan panggulan masuk dan SMS masuk (incoming). Sedangkan pada 1 Mei masih belum melakukan pendaftaran, maka pemblokiran akan dilakukan untuk seluruh layanannya.

BACA JUGA : Usai Diblokir, Masik Bisa Registrasi Kartu SIM Kok!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here