Ini Dia, Hal Yang Dilarang Ketika Berkendara!

0
2036
Operasi Keselamatan,
Copyright ©istimewa

Polisi Mensosialisasikan Hal Yang Dilarang Ketika Berkendara Dalam Operasi Keselamatan

Indowarta.com – Mulai tanggal 5-25 Maret 2018, Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Keselamatan. Dalam kegiatan ini, polisi akan melakukan penindakan dan sosialisasi kepada para pengendara yang sudah melanggar stadar keamanan dalam berkendara.

BACA JUGA : Merokok ataupun Mendengarkan Musik Ketika Mengemudi Akan Dihukum 3 Bulan Penjara!

Dalam operasi ini, akan disosialisasikan sejumlah hal yang dilarang ketika berkendara seperti yang sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 terkait Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Akan tetapi, belakangan ini ada tiga larangan yang dikeluarkan polisi dan menjadi polemik ditengah masyarakat.

Tiga larangan yang dimaksud itu adalah mendengarkan musik atau radio, merokok, dan larangan untuk menggunakan aplikasi GPS pada ponsel ketika sedang berkendara. Tiga larangan itu mengacu kepada UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 junto Pasal 283.

Adanya larangan merokok dan mendengarkan musik ketika berkendara sudah diungkapkan oleh Kasubdit Gakkun Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto. Dia mengatakan bahwa larangan itu diberlakukan kepada pengendara roda dua atapun roda empat.

“Merokok, mendengarkan radio atau musik atau televisi (untuk pengguna roda empat) melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 junto Pasal 283 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Budiyanto, Kamis (1/3/18).

Operasi Keselamatan
Copyright ©Tribunnews

Sedangkan piihak kepolisian juga melarang untuk menggunakan aplikasi GPS saat sedang berkendara. Alasan adanya larangan ini adalah karena dapat menurukan konsentrasi pada saat berkendara di tengah jalan.

BACA JUGA : Begini Skema Pajak Mobil Listrik!

Adanya belasan hal yang dilarang ketika berkendara telah disosialisaikan polisi dalam Operasi Keselamatan Jaya ini, hal yang ketika berkendara telah diberikan menjadi dua, yaitu antara pengguna kendaraan roda dua dan roda empat.

Untuk kendaraan roda dua, polisi mensosialisasikan hal yang dilarangan ketika berkendara seperti batas kecepatan, penggunaan helm, larangan melintas marka yang terputus, larangan berboncengan lebih dari satu orang, imbauan mematuhi lalu lintas, dan larangan melawan arus.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat ada tambahan sosialisasi terkait dengan batas kecepatan, penggunaan sabuk keselamatan.  Untuk pengendara roda dua atau empat diwajibkan untuk mengemudi dengan kondisi wajar seperti tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009  Pasal 106 Ayat 1 yang berisikan empat hal.

“Tidak boleh menggunakan HP, tidak boleh terpengaruh minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang, tidak boleh berkendara dalam kondisi mengantuk dan sakit,” isi larangan tersebut.

BACA JUGA : Cara Mengobati Ngantuk ketika Mengemudi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here