FB Diblokir di Sri Lanka Untuk Cegah Konflik Agama Meluas!

0
843
FB
Copyright©kilatstorage

Pemerintah Sri Lanka Putuskan Untuk Melakukan Pemblokiran Pada FB dan Beberapa Media Sosial Lainnya

Indowarta.com – Akibat dari adanya konflik agama yang terjadi, pemerintah Sri Lanka memutuskan untuk melakukan pemblokiran kepada beberapa media sosial, yang salah satunya adalah Facebook (FB) yang banyak memiliki pengguna di negara tersebut.

BACA JUGA : Billy Graham, Pendeta Paling Berpengaruh di Dunia Tutup Usia 99 Tahun!

Adanya bentuk keputusan ini dilakukan demi langkah pencegahan penyerangan massal kepada umat muslim setempat. Seperti dilansir dari Reuters, kebijakan untuk melakukan pemblokiran pada FB dan beberapa media sosial lainnya diambil pemerintah setempat pada Rabu (7/3/18) waktu setempat.

Memang diketahui dalam beberapa tahun belakangan ini, tensi yang terjadi antara umat Buddha dan muslim di Sri Lanka sedang memuncak. Pasalnya, sejumlah kelompok Buddha garis keras telah menduga bahwa sekelompok muslim melakukan pemaksaan untuk masuk Islam.

FB
Copyright©kompstekno

Disamping itu, mereka juga menuduh bahwa muslim sudah melakukan perusakan pada arkeologi Buddha yang ada di Sri Lanka. Akan tetapi, kelompok muslim sudah menyangkal adanya tuduhan mengenai hal tersebut.

BACA JUGA : Indonesia Jadi Pengguna FB Terbanyak Ke-4 di Dunia!

Kelompok Buddha juga memberikan bentuk penolakan terkait dengan kahadiran dari etnis Rohingya di Sri Lanka untuk mencari suaka. Massa dari kelompok Buddha sudah melakukan penyerangan terhadap masjid dan beberapa bisnis yang dijalankan oleh umat Islam.

Oleh karena itu, Presiden Maithripala Sirisena mengambil keputusan untuk menetapkan kondisi darurat dalam kurun tujuh hari, hal itu dilakukan untuk mengendalikan adanya bentuk kekerasan yang terjadi beberapa waktu ini.

Disamping itu, pemerintah juga memutuskan untuk melakukan pemblokiran pada layanan media sosial, seperti FB di negara tersebut. Hal itu dilakukan untuk dapat mengurangi adanya bentuk konflik atar agama yang terjadi.

Juru Bicara Kepolisian setempat, Ruwan Gunasekara mengatakan, ada sejumlah insiden yang terjadi akibat dari adanya konflik antar umat beragama ini, salah satunya terjadi pada Selasa 6 Maret 2018 malam dikawasan Kandy, Sri Lanka.

Dalam kejadian tersebut, polisi sudah melakukan penangkapan terhadap tujuh orang yang diduga merupakan pelaku kerusakan itu. “Polisi menangkap tujuh orang. Tiga petugas polisi terluka dalam insiden tersebut,” ujarnya kepada Reuters.

BACA JUGA : Korban Gempa di Taiwan Bertambah Jadi 7 Orang Tewas dan 177 Hilang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here