Ditanya Soal Dukung Habib Rizieq Shihab Atau Ahok, Ini Jawaban Mahfud MD!

0
1221
Mahfud MD
Copyright ©Tempo

Mahfud MD Menceritakan Bahwa Pernah Menjadi Korban Berita Hoaks

Indowarta.com – Guru Besar UII Mahfud MD manyatakan kalau dirinya juga pernah menjadi korban adanya kabar palsu atau hoaks yang mencuat. Terkait dengan itu disampaikanya pada saat dia menjadi narasuber dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), pada Selasa (6/3/18).

BACA JUGA : Skema Baru RPTRA Zaman Ahok yang Akan Dilanjutkan Anies Baswedan Sandiaga Uno!

Mahfud MD menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi ketika dirinya ditanya oleh seorang netizen melalui akun media sosialnya, pertanyaan tersebut terkait dengan pilihan Ahok atau Habib Rizieq Shihab. Dalam pertanyaan, netizen itu mengatakan mana yang lebih dibela.

“Saya punya pengalaman dalam menjadi korban hoaks.

Suatu saat saya itu berdialog dengan netizen, ketika saya mengatakan saya diminta untuk hadir menjadi saksi yang meringankan Bagi ahok.

Saya tidak mau.

Saya juga diminta untuk menjadi saksi ahli yang meringankan habib rizieq.

Saya tidak mau.

Lalu netizen itu bertanya, lalu pak Mahfud membela yang mana?,” cerita Mahfud MD.

Pada saat itu, Mahfud MD memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut jika dirinya tidak membela keduanya. Hal itu karena keduanya memiliki kesalahan dan juga memiliki kebenaran. Dia menilai, biarkan ahli lain memberikan saksi untuk dapat meringankan keduanya.

Mahfud MD
Copyright©blogspot

Kemudian netizen tersebut memberikan pertanyaan kembali, yang menyebutkan bahwa Mahfud MD memilih untuk mencari posisi aman dan nyaman atas pertanyaan yang sudah diajukan oleh netizen tersebut.

BACA JUGA : Komentar ‘Nylekit’ Mahfud MD Soal Pembuang Duit Ke WC Jadi Staff Ahli Menteri!

“Lalu jawaban saya ini dipelintir.

Saya bilang begini, Nabi Muhammad aja mencari aman, waktu hijrah ia bersembunyi di goa Shur, kemudian hijrah ke Madinah karena dianiaya oleh orang Quraish.

Kemudian munculah hoaks itu, menurut Mahfud MD, Habib Rizieq itu seperti hijrahnya Nabi Muhammad ketika dianiaya oleh orang quraish sehingga ia hijrah ke Makkah,” tambah Mahfud MD.

Hingga pada akhirnya, kata Mahfuid MD, berita tersebut mulai tersebar, padahal sebelumnya dia tidak menyatakan hal demikian. Meski merasa menjadi korban adanya berita hoaks tersebut, dirinya tidak melaporkan karena menilai bahwa tidak semua berita hoak harus dilaporkan. Karena selama tidak merugikannya, maka tidak akan melaporkan hal tersebut.

“Tidak semua hoaks itu merugikan, saya tidak rugi sama sekali, silahkan diperbanyak, saya tidak rugi,” paparnya.

BACA JUGA : Menkominfo Jamin Tak ada Kebocoran Data Soal Registrasi Kartu SIM!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here