Bimanesh Sutarjo, Didakwa Rekayasa Luka yang Dialami Oleh Setya Novanto!

0
752
Bimanesh Sutarjo
Copyright©Liputan6

JPU Dakwakan Bimanesh Sutarjo Melakukan Rekayasa Data Dan Masalah Kesehatan Setya Novanto

Indowarta.com Bimanesh Sutarjo telah didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena sudah menghalangi proses penyidikan kepada Setya Novanto, pada saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

BACA JUGA : Setya Novanto, Megawati Sampai dengan Prabowo Disebut Sebagai Politisi Terpegah!

Sekarang ini, jaksa menuntut dokter RS Medika itu dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, yang sudah diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Ancaman hukumannya empat sampai dua belas tahun penjara,” ujar jaksa KPK, Takdir Suhan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/18).

Bimanesh Sutarjo.
Copyright©Detik

Dalam sidang tersebut, Bimanesh Sutarjo sudah diberikan kesempatan oleh mejelis hakim untuk menanggapi adanya dakwaan dari jaksa, kemudian dia terlihat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. Selang beberapa menit kemudian, pengacaranya menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengajukan nota keberatan dan eksepsi dari dakwaan yang sudah dibacakan jaksa.

BACA JUGA: Di RS Medika, Setya Novanto Minta Dipasang Jarum Buat Anak dan kepala diperban!

Dalam dakwaan tersebut, Bimanesh Sutarjo bersama dengan Fredrich Yunandi dinilai sudah melalukan tindakan untuk merintangi atau penggagalan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan kepad tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP, Setya Novanto.

Persekongkolan yang dilakukan oleh Fredrich dan Bimanesh Sutarjo itu merintangi penyidikan dengan cara melakukan rekayasa data medis, dengan tujuan agar Setya Novanto menjalani perawatan rawat inap di RS Medika Permata Hijau sehingga dapat menghindar dari pemeriksaan KPK pada tanggal 16 November 2017.

Bantuk data medis telah dipalsukan oleh Bimanesh Sutarjo dengan cara membuat surat rawat inap memakai formulir pasien instalasi gawat dadurat (UGD). Melalui formulir itu, dia mendiagnosa bahwa mantan Ketua DPR itu mengalami masalah kesehatan hipertensi, diabetes, vertigo, dan sudah membuat catatan kecil pemeriksaan awal.

Padahal sebelumnya, dia tidak pernah melakukan perawatan kepada Setya Novanto, serta tidak pernah memperoleh konfirmasi dari tim dokter yang sebelumnya menangani mantan Ketum Golkar tersebut saat menjalani masa perawatan di RS Premier Jatinegara.

BACA JUGA : Ditetakan Jadi Tersangka, Fredrich Yunadi Minta Boikot KPK!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here