Antara Kemanusiaan dan Aturan dalam Upaya Tahanan Rumah Abu Bakar Baasyir!

0
789
Ba'asyir,
Copyright ©Istimewa

Opsi Tahanan Rumah Kepada Abu Bakar Baasyir, Terkendala Adanya Aturan Yang Berlaku

Indowarta.com Abu Bakar Baasyir belakangan ini bolak-balik ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kerena pembekakan pada kakinya. Ada juga indikasi dia mengalami gangguan jantung penyakit lainnya.

BACA JUGA : Ditanya Soal Dukung Habib Rizieq Shihab Atau Ahok, Ini Jawaban Mahfud MD!

Sedangkan, dokter Mer-C, Jose Rizal yang mendampinya mengungkapkan, walau kondisi Abu Bakar Baasyir sudah mulai membaik, akan tetapi tim dokter sudah menemukan adanya hasil baru cek darah. Akan tetapi, pihaknya tak menjelaskan hal itu.

Atas nama kemanusiaan, Presiden Jokowi memberikan izin kepada Abu Bakar Baasyir untuk melakukan rawat jalan di Jakarta. Sebelumnya dia menjalani pemeriksaan di RS Harapan Kita, dan kemudian dirujuk ke RSCM.

“Ya ini kan sisi kemanusiaan yang juga untuk semuanya,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, pada Kamis (1/3/18).

Ba'asyir
Copyright ©Reuters

Tidak hanya terkait dengan sakit yang diderita Abu Bakar Baasyir yang sudah menjadi sorotan publik, namun juga terkait dengan status penahannya.  Pemerintah berencana untuk memindahkan dia dari Lapas kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, ke tempat dekat dengan kampungnya yang berada di Klaten, Jawa Tengah.

BACA JUGA : Ba’asyir Akan Lakukan Cek Kesehatan di RSCM Pagi Ini!

Terlebih, Presiden Jokowi juga sempat memiliki ide untuk penahanan rumah kepada Abu Bakar Baasyir. Akan tetapi, hal tersebut harus terkendala dengan adanya aturan yang berlaku. Sebelumnya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa adanya rencana tahanan rumah itu masih dipertimbangkan karena kondisi kesehatan dari terpidana mengalami penurunan. Untuk alasan kemanusiaan.

Akan tetapi, pihak Kementerian Hukum dan HAM harus benar-benar mempertimbangkan hal tersebut, dengan adanya aturan yang ada. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan, bahwa adanya opsi tahanan rumah kepada terdakwa Abu Bakar Baasyir tidak akan dilakukan dengan mudah. Karena dia sudah berstatus hukum terpidana bukan merupakan seorang tahanan.

Abu Bakar Baasyir sudah divonis hukuman 15 tahun penjara saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tahun 2011 lalu. Vonis dijatuhkan karena dia terbukti sudah menjadi pihak perencana dan penyandang dana untuk pelatihan kepada kelompok bersenjata di kawasan pegunungan Jantho, Aceh, di tahun 2010 lalu.

BACA JUGA : Hujan Duit Di Kuningan Itu Ternyata Dalam Rangka Promosi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here