Makin Lemah, Rupiah Bisa Melempem Sampai Rp 15.000 Per Dollar?

0
583
Uang (1)
Copyright ©google

BI Angkat Bicara Mengenai Prediksi S&P Terkait Dengan Nilai Rupiah

Indowarta.com – Lembaga rating Standart and Poor’s (S&P) mengeluarkan pernyataan mengenai nasib dari mata uang rupiah. Seperti dikutib dari Kontan.co.id, Rabu (14/3/18), S&P memprediksi bahwa mata uang rupiah akan berpotensi semakin melemah hingga pada level Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA : Mulai Sabtu Kemarin, Harga BBM Naik Lagi, Berikut Rinciannya!

Terkait degan prediksi itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo angkat bicara, pihaknya mengatakan bahwa sampai sekarang ini BI sudah dapat menjaga stabilitas rupiah yang berada di level Rp 13.750.

“Karena selama ini BI bisa menjaga stabilitas rupiah tetap mencerminkan fundamental ekonomi kita dan selama ini ada di kisaran seperti sekarang Rp 13.750,” kata dia saat di gedung Kementerian Keuangan, Selasa (13/3/18).

Disamping itu, BI melihat adanya tekanan pada rupiah di tahun 2018 ini, khususnya di mulai bulan Februari. Terkait dengan hal ini merupakan dampak dari adanya sentimen eksternal, seperti rapat The Federal Open Market Committee (FOMC).

“Pertemuan FOMC memberikan kesan bahwa ekonomi Amerika sedang dalam proses pemulihan dan ada kemungkinan suku bunga Fed dinaikkan lebih dari tiga kali,” Sambungnya.

Rupiah Dan Dollar (1)
Copyright ©Sindonews

Selanjutnya adanya efek dari kebijakan dari Presiden Donald Trump yang mengatur tentang bea masuk untuk baja dan aluminium. Dengan adanya dua hal itu akan memberikan dampak positif untuk dollar namun dapat menekan mata uang negara lain.

BACA JUGA : Inflasi Naik, PNS Minta Kenaikan Gaji!

Oleh sebab itu, BI memprediksi bahwa secara year to date (Ytd) rupiah akan mengalami depresiasi sebesar 1,5 persen, namun adanya penguatan dollar ini tidak akan bertahan cukup lama setelah adanya dua hal tersebut.

Sedangkan pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhisnegara memberikan tanggapannya, dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, nilai tukar mata uang rupiah cukup mengalami sebuah guncangan yang memang terasa.

Seperti pada awalnya, rupiah yang berada di level Rp 13.300 per dollar di awal bulan Januari. Namun kemudian terus mengalami depresiasai sampai pada level Rp 13.8000 per dollar pada awal bulan Maret 2018.

“Berbagai analis ikut dalam permainan tebak-tebakan nilai tukar rupiah. Yang terbaru, lembaga rating internasional Standard and Poors (S&P) mengeluarkan rilis bahwa rupiah sangat berpotensi melemah hingga 15.000 per dolar,” pungkas dia.

BACA JUGA : Ini Alasan Fadli Zon Tolak Rencana Redenominasi Rupiah Oleh Bank Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here