Besarnya Tunjangan Kemahalan PNS dan Manfaatnya!

0
3184
PNS
Copyright©okezone

Manfaat Dibalik Besaran Tunjangan Kemahalam PNS

Indowarta.com – Pemerintah akan melakukan perubahan skema pada perhitungan gaji dan tunjangan untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN) atau PNS. Adanya perubahan ini nantinya akan dicantumkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) terkait Gaji, Tunjangan, dan Fasilitas Pegawai Aparatur Sipil Negara(ASN) serta Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Penetapan Penghasilan PNS.

BACA JUGA : Makin Lemah, Rupiah Bisa Melempem Sampai Rp 15.000 Per Dollar?

Seperti dilansir dari Kontan, Rabu (15/3/18), aturan baru terkait dengan besaran tunjangan kinerja di kementerian dan lembaga ataupun pemerintah daerah akan dilakukan persamaan rata, yaitu sebesar 5 persen dari gaji.

Sedangkan untuk gaji, diketahui selama ini diberikan sesuai dengan pangkat dan golongan, nantinya akan dibedakan berdasarkan pada beban kerja, resiko pekerjaan, tanggung jawab, serta adanya pecapaian target.

Dalam hal ini, pemerintah juga akan memakai indeks kemahalan dalam menentukan gaji PNS. Oleh karena itu, seluruh pegawai tersebut akan mendapatkan tunjangan kemahalan yang akan didasarkan pada wilayah kemahalan untuk setiap daerah.

Ilustrasi PNS
Copyright ©doniseo.abatasa

Dengan adanya perubahan skama baru ini, berdasarkan simulasi dari pemerintah, belanja pegawai untuk di pemerintahan pusat ataupun di daerah yang besarannya diketahui diatas Rp 600 triliun, maka dapat ditekan hingga Rp 80 triliun.

BACA JUGA : PNS Pria Bisa Ajukan Cuti Satu Bulan Jika Istri Melahirkan!

Sehingga dengan itu, belanja rutin untuk gaji PNS yang akan dikeluarkan negara mencapai Rp 538,144 triliun. Advertisment Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Herman Suryatma mengatakan, adanya perubahan skema baru ini sampai saat ini masih terus dilakukan pembahasan oleh pemerintah.

Adanya rancangan PP dan Perpres tersebut dinilai masih belum matang dan valid. Hal itu karena, data mengenai perubahan penghitungan gaji dan tunjangan PNS serta simulasi perhitungan, yang juga potensi penhematan anggaran yang berasal dari perubahan skema adalah perhitungan Februari 2017.

“Ini masih terus dibahas, jadi tunggu saja,” ungkap Herman.

Disamping itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyatakan, fokus pembahasan pada penyelesaian RPP Pensiun dan Jaminan Hari dilakukan lebih dulu. “Gaji belum mulai dibahas, kalaupun dibahas pemerintah akan hati-hati mengingat tahun politik,” jelasnya.

BACA JUGA : Rencana Kenaikan Gaji PNS, Penghasilannya Bakalan Naik Pesat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here