Ditangkapnya Surabaya Black Hat, Geng Mahasiswa Penjahat Cyber Sampai 40 Negara!

0
752
Pelaku Surabaya Black Hat
Copyright©Merdeka

Polisi Berhasil Menangkap Tiga Pelaku Anggota Surabaya Black Hat

Indowarta.com Surabaya Black Hat (SBH), merupakan sebuah kelompok peretas sistem komputer yang beranggotakan kebanyakan dari mahasiswa IT dengan usia rata-rata 21 tahun. Tidak menggunakan ilmunya berbuat hal yang positif, namun kelompok ini sudah meretas lebih dari 3.000 sistem komputer di 40 negara, yang salah satunya adalah Amerika Serikat.

BACA JUGA : Stephen Hawking Sosok Provokatif dan Antagonis itu Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun!

“Yang terdata dan cukup mengagetkan adalah kelompok ini meretas sistem situs dan database milik pemerintah Los Angeles,” kata Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu, Rabu (14/3/18).

WAJIB BACA :  Diretas, Akun FB Anggota DPD RI Ini Minta Teman Transfer Uang!

Berdasarkan hasil penyelidikan, ternyata kelompok Surabaya Black Hat ini juga sudah melakukan peretasan pada sistem situs empat perusahaan besar yang ada di Jakarta. Tak cukup itu, Kanit IV Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Fian Yunus mengatakan, salah satu anggota berinisial KPS merupakan pelaku peretas situs instansi yang ada di Jawa Timur.

Kurang lebih ada empat situs instansi yang ada di Jawa Timur berhasil diretas oleh kelompok Surabaya Black Hat ini. Keempat situs itu adalah gresikkab.go.id, jatimprov.go.id, pad-kotamadiun.go.id, dan malangkab.go.id. Pada saat melakukan aksinya, pelaku menuliskan keterangan di dalam situs tersebut.

Pelaku Surabaya Black Hat,
Copyright©pojoksatu

“INDONESIA DARURAT MORAL. KRISIS MORAL YANG TERJADI SAAT INI AKAN SEMAKIN BERAT JIKA TIDAK MENDAPATKAN PERHATIAN SERIUS DARI SEMUA UNSUR BANGSA,” tulis hacker tersebut dalam situs yang diretasnnya.

WAJIB BACA :  Diretas, Akun FB Anggota DPD RI Ini Minta Teman Transfer Uang!

BACA JUGA : Ada Transaksi Gelap yang Membuat Uang Tabungan Nasabah BRI Hilang!

Untuk satu kali meretas, para pelaku yang tergabung dalam kelompok Surabaya Black Hat ini telah meminta tebusan uang sebesar Rp 15 juta sampai Rp 25 juta yang dapat dibayarkan melalui PayPal atau Bitcoin. Dalam kurun waktu satu tahun, seluruh anggota kelompok itu mampu mendapatkan Rp 200 juta.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah pelaku, aksi meretas yang mereka lakukan biasanya sudah dapat permintaan terlebih dahulu. “Hacking yang mereka lakukan motifnya uang, asalkan ada yang bayar,” ungkap Fian.

Sampai sekarang ini, polisi berhasil mengamankan 3 orang pelaku dari 6 anggota Surabaya Black Hat. Untuk tiga orang pelaku lainnya sekarang ini masih menjadi buronan. Penangkapan kepada tiga pelaku berinisial ATP, NA, dan KPS berawal dari adanya laporan Internet Crime Complaint Center (IC3).

BACA JUGA : Kecelakaan Terjadi Lagi di Tanjakan Emen, 15 Orang luka Berat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here