Alasan BKN Izinkan PNS Pria Dampingi Istri Melahirkan!

0
307
PNS,,
Copyright ©banjarmasinkota

PNS Pria Dapat Mengambil Cuti Satu Bulan Untuk Mendampingi Istrinya Menjalani Proses Kelahiran

Indowarta.com – Menjadi sebuah kabar gembira untuk para pegawai negeri sipil pria, hal ini menyusul adanya aturan bahwa PNS pria dapat mengajukan cuti selama satu bulan untuk menamani istrinya saat menjalani proses bersalin.

BACA JUGA : Makin Lemah, Rupiah Bisa Melempem Sampai Rp 15.000 Per Dollar?

Sehingga dengan ini, untuk seluruh PNS pria yang istrinya akan melahirkan dapat mengajukan cuti paling lama selama satu bulan. “Sangat kondisional, sangat situasional dan sekali lagi atasan langsung yang berhak iya atau tidak,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan.

PNS
Copyright©tribunnews

Alasan BKN memberikan cuti selama satu bulan ini karena kemanusiaan. Sehingga dengan masa cuti tersebut dapat dijadikan para PNS untuk membantu istrinya mengurus keluarga. Disamping itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki pendapat yang sama, bahwa mengurus bayi di awal kelahiran diharapkan akan dapat menambah cinta kasih dalam keluarga.

BACA JUGA : Tips Menabung Untuk PNS dengan Gaji Pas-pasan!

“Adalah supaya keharmonisan keluarga lebih baik, ikatan cinta kasih dalam keluarga lebih baik. Dan insyaallah ini akan menjadikan Jakarta lebih baik,” pungkas Anies Baswedan.

Oleh sebab itu, kebijakan itu sudah disambut gembira oleh seluruh PNS pria. Namun tidak semua dari mereka akan berencana untuk mengambil masa cutinya selama 1 bulan. Alasan dari itu karena mereka tidak ingin menumpuk pekerjaan yang ditinggalkan selama cuti.

Terkait dengan aturan tersebut sudah terperinci dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017. Berdasarkan aturan tersebu, salah satu cuti yang diatur yaitu cuti alasan penting (CAP). CAP sendiri merupakan salah satu yang bisa diajukan oleh seorang PNS untuk memberikan pendampingan kepada istri selama proses kelahiran dengan melampirkan surat rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

“Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun 2017, itu adalah tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Nah peraturan ini memang mengatur hak cuti untuk PNS. Memang sangat situasional, tergantung dari persetujuan atasan. Tapi prinsipnya Perban ini memperbolehkan suami itu mengajukan cuti satu bulan karena isterinya melahirkan atau caesar,” jelas Kabiro Humas BKN Mohammad Ridwan.

BACA JUGA : Besarnya Tunjangan Kemahalan PNS dan Manfaatnya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here