TKI Dieksekusi Mati Tanpa Pemberitahuan Setelah Mendekam 13 Tahun Dipenjara

0
446
TKI Dieksekusi Mati
Copyright©Jurnas

Zaini, TKI Dieksekusi Mati yang Gagal Diselamatkan Jokowi

Indowarta – Selain adanya berita duka dari istri kedua penyanyi Rohani ternama Tanah Air yang Opick yang bernama Wulan Mayasari, informasi duka lainnya juga tengah terjadi pada pihak keluarga dari Mochammad Zaini Misrin atau biasa dipanggil dengan Slamet berusia 47 Tahun, Ia merupakan salah satu TKI Dieksekusi Mati oleh Arab Saudi.

Simak Juga: Rumah Duka Opick Atas Kepulangan Wulan Mayangsari Dijaga Ketat

Tenaga Kerja Indonesia yang berasal dari Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ini telah menjalani proses Eksekusi mati di Arab Saudi pada hari Minggu kemarin tanggal 18 Maret 2018 waktu setempat.

Sebagaimana yang telah dilaporkan oleh Jakarta Post, Lembaga Migrant Care telah menyebutkan kalau Zaini ini bekerja sebagai Sopir di Arab Saudi dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 17 November 2018 ketika dirinya telah bersalah karena telah membunuh seorang majikannya yang bernama Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy.

keluarga Korban TKI Dieksekusi mati
Copyright©Kompas

Sosok yang telah menjadi TKI Dieksekusi Mati ini sudah ditangkap sejak tanggal 13 Juli 2004 silam dan sudah ditahan selama kurang lebih 13 tahun hingga kemarin. Dengan adanya kejadian seperti ini, pihak kementerian Luar Negeri RI telah membenarkan kalau eksekusi yang ditujukan kepada Zaini ini sudah dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak pemerintahan.

Disisi lain, Presiden Republik Indonesia yang bernama Joko Widodo juga telah melakukan permintaan grasi sebanyak kali terhadap TKI Dieksekusi Mati ini kepada pihak Arab Saudi supaya mereka diadili sesuai dengan ketentuan autran yang berlaku di Tanah Air.

Terlebih lagi, Migrant Care juga telah memberikan pernyataan kalau Konsulat Jenderal RI yang berada di Jeddah telah meminta kepada pihak pemerintahan setempat supaya kasus dari anggota TKI Dieksekusi Mati yang bernama Zaini dilakukan investigasi ulang, khususnya dalam rentang waktu tahun 2011 hingga 2014 yang lalu dan diharapkan untuk menemukan jalan keluar supaya Zaini bisa diselamatkan dari hukuman eksekusi mati karena dalam beberapa informasi sebelumnya Ia mengaku kalau ada orang yang memaksa untuk melakukan tindakan tersebut.

baca juga: Hukuman mati terhadap pemerkosa anak sudah mulai diberlakukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here