Google Rayakan Ulang Tahun Ke-97 Umar Ismail!

    0
    222
    Google
    Copyright©Google

    Ulang Tahun Ke-97 Umar Ismail Menjadi Google Doodel Hari Ini

    Indowarta.com – Laman utama pencarian Google pada hari ini, Selasa 20 Maret 2018, menampilkan doodle klasik yang terlihat berwarna hitam putih. Tergambar ada seorang pria yang berdiri dibelakang kamera film lawas dan tiga orang perempuan menjadi latar belakang. Ternyata pria tersebut menggambarkan sosok Umar Ismail, seorang maestro film Indonesia.

    BACA JUGA : George Peabody, Bapak Filantropi yang Muncul di Google Doodle Hari Ini!

    Doodle yang dipakai hari ini telah dikhususkan oleh Google untuk Indonesia. Ini sebagai bentuk perayaan ulang tahun Umar Ismail. Dirinya merupakan seorang tokoh perfilman Indonesia yang juga merupakan sutradara terkenal di era tahun 1950-1960 –an. Dia juga disebut sebagai sosok yang sudah menabur bernih untuk pekembangan perfilman di Indonesia.

    Perfini, studio musik yang didirikan oleh Umar Ismalil ini sudah menciptakan sejumlah film klasik yang sangat dikenang masyarakat. Salah satu film yang sampai sekarang masih tetap teringat adalah film berjudul Pedjuang (1960) dan Enam Djam di Djogdia (1951).

    Google
    Copyright©Google

    Diketahui bahwa butuh waktu yang cukup pangjang untuk Umar Ismail berhasil mendapatkan karier gemilangnya dalam dunia perfilman. Untuk diketahui bahwa dia pernah menjalani pendidikan di HIS, MULO-B, AMS-A II Yogyakarta, setelah itu meneruskan untuk memperoleh B.A dalam bidang sinematografi di Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat pada 1952.

    Dalam masa kependudukan Jepang, dia ikut bergabung dalam Pusat Kebudayaan. Kemudian di mendirikan sebuah klub bernama Sandiwara Penggemar Maya, dengan mengikutsertakan sejumlah tokoh seni, yaitu Sudjojono, H.B. Jassin, Rosihan Anwar, Cornel Simanjuntak, dan El Hakim.

    Dimasa mudanya dulu, Umar Ismail menjadi pengurus lembaga theater dan film. Dari beberapa organsasi yang dia tempuh, dirinya sempat diangkat untuk menjadi ketua Badan Permusyawaratan Kebudayaan Yogyakarta (1946-1948). ketua Serikat Artis Sandiwara Yogyakarta (1946-1948), ketua Akademi Teater Nasional Indonesia, Jakarta (1955-1965), dan yang terakhir adalah ketua Badan Musyawarah Perfilman Nasional (BMPN).

    Daro BMPN sendiri yang sudah memberikan dorongan untuk pemerintah segera membentuk “Pola Pembinaan film Nasional”. Diamping itu, dia juga dikenal merupakan orang pendiri Perusahaan Film Nasional Indonesia bersama Djamaluddin Malik, dam beberapa pengusaha film lainnya.

    BACA JUGA : Tingkah Aneh Louis, Gorila yang Bisa Berjalan Tegak Layaknya Manusia

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here