Polisi Minta Perbankan Untuk Lebih Aktif Pratroli Lakukan Cek ATM Untuk Hindari Skimming

0
246
mesin ATM (1)
Copyright©Istimewa

Pembobolan Mesin ATM Melalui Skimming Bukan Hal Baru

Indowarta.com – Seluruh masyarakat, terutama untuk nasabah pengguna mesin ATM untuk lebih Peduli. Hibauan ini disampaikan pihak kepolisian untuk menghindari adanya pengakalan mesin ATM yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA : Ada Transaksi Gelap yang Membuat Uang Tabungan Nasabah BRI Hilang!

Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal mengungkapkan, jika masyarakat mengetahui adanya pihak atau oknum pembobolan mesin ATM, diminta untuk tidak ragu menegurnya. Disamping itu, untuk menghindari adanya skimming ini, polisi meminta kepada pihak bank untuk rajin melakukan pengecekan kondisi ATM.

“Perbankan-perbankan yang meletakkan ATM yang ada di situ melakukan patroli dong. Polri mendorong agar perbankan lebih aware, cek dan kontrol bersama manajemen public area yang lokasinya ditempati ATM,” ungkap Brigjen Iqbal di kantor Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/3/18).

Mantan Kapolrestabes Surabaya itu mengakui jika tugas keamanan dan ketertiban sudah menjadi domain dari Polri. Akan tetapi, akan lebih baik lagi jika pihak dari perbankan ikut memperbarui atau melakukan update keamanan mesim ATM tersebut.

Skimming mesin ATM (1)
Copyright©Ist

“Oke, kami bertugas domain melakukan kamtibnas patroli juga, tapi kami tidak tahu teknis dari ATM itu. Perbankan kami dorong untuk meningkatkan secara teknis security teknis daripada ATM,” ungkap Iqbal.

BACA JUGA : Karena Yusuf Mansur, Bank Muamalat Dapatkan Ratusan Nasabah!

Disamping itu, Iqbal memaparkan lebih jauh, bahwa adanya kasus pembobolan mesin ATM melalui skimming ini bukan merupakan salah satu hal yang baru lagi. Sehingga dengan itu, dia menyarankan agar pihak perbankan lebih peduli mengenai kondisi ATM.

Khususnya untuk mesin-mesin ATM yang diletakkan di kawasan minim pengawasan. Hal tersebut akan sangat rawan terjadinya tidakkan skimming oleh sejumlah oknum yang tak bertanggung jawab, karena kurangnya pengawasan.

“Itu kan modus skimming itu tahun 2016 sudah muncul dan kita bongkar. Tahun 2017 mengendap terus di tahun 2018 muncul lagi. Kesimpulannya adalah pelaku-pelaku ini meletakkan alatnya di ATM-ATM yang jarang dikontrol oleh manajemen public area itu dan perbankan,” tutur Iqbal.

BACA JUGA : TKI Dieksekusi Mati Tanpa Pemberitahuan Setelah Mendekam 13 Tahun Dipenjara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here