Pemerintah Telah Berupaya Membebaskan Hukuman Mati Yang Didakwakan Kepada Zaini Misrin

0
661
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri
Copyright©ist

Zaini Misrin Dieksekusi Mati Akibat Terlibat Kasus Pembunuhan Majukannya

Indowarta.com – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, mengaku kaget pada saat mengetahui bahwa kabar Mochammad Zaini Misrin atau yang sering dipanggil Slamet telah dieksekusi mati oleh otoritas Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, pada Minggu (18/3/18).

BACA JUGA : Rumah Duka Opick Atas Kepulangan Wulan Mayangsari Dijaga Ketat

Dakwaan hukuman mati tersebut diberikan kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur tersebut karena terlibat kasus pembunuhan kepada majikannya Abdullah bin Umar al-Sindi. Zaini Misrin telah ditangkap oleh pihak kepolisian setempat pada 2004 dan didakwakan hukuman mati pada 2008.

“Kami terkejut, menyesalkan dan berduka,” ujar Hanif, Selasa (20/3/18).

WAJIB BACA :  Mulai 1 Agustus Besok, TKI Akan terlindungi BPJS Ketenagakerjaan!

Hanif mengatakan, bahwa pemerintah sudah melakukan sejumlah langkah pembelaan luar biasa (extraordinary) untuk dapat membebaskan Zaini Misrin dari jeratan hukuman mati tersebut. Seluruhnya sudah dilakukan secara maksimal baik melalui langkah diplomatik, pendampingan hukum, langkah non-diplomatik.

Mengenai hukuman yang sudah diteriman oleh Zaini Misrin ini, kata Hanif, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah tiga kali mengirimkan surat resmi kepada Raja Arab Saudi. Terlebih Presiden Jokowi sudah melakukan pertemuan dengan Raja Saudi untuk upaya pembebasan TKI tersebut.

keluarga Korban TKI Dieksekusi mati
Copyright©Kompas

Selain itu, pemerintah sudah berusaha untuk mengajukan banding ataupun kasasi. Terlebih dalam beberapa waktu ini pemerintah juga sudah melakukan pengajuan pengajuan peninjauan kembali (PK), yang merupakan langkah hukum yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Seluruh upaya yang sudah dilakukan tersebut dapat menunda pelaksanakan eksekusi mati Zaini Misrin.

BACA JUGA : Hukuman mati terhadap pemerkosa anak sudah mulai diberlakukan

Hanif mengatakan bahwa pada tahun 2011 lalu, pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar sudah membentuk Satuan Tugas Anti Hukuman Mati yang memiliki tugas untuk berupaya dalam membebaskan hukuman mati kepada TKI yang ada di luar negeri.

WAJIB BACA :  Arab Saudi Cabut Blokir WhatsApp dan Skype!

Terlebih langkah yang sudah dilakukan baik melalui pembelaan hukum ataupun diplomatis tingkat tinggi (high level diplomacy) yang sudah dilakukan para menteri, duta besar, dan utusan khusus. bahkan presiden dalam dua periode pemerintahan yang sudah berbeda langsung turun tangan.

“Seluruh upaya pemerintah terkendala sistem hukum di Saudi yang dalam kasus Misrin ini tergantung dari keputusan ahli waris apakah bersedia memaafkan terpidana atau tidak. Memang seperti itu aturan hukum di sana,” kata dia.

“Raja Saudi tidak bisa mengampuni, karena ahli waris tidak memberikan maaf pada Misrin. Ini mau tidak mau harus kita hormati. Kita juga menghadapi kendala dari sikap aparat penegak hukum kerajaan Saudi pada waktu lalu yang cenderung kurang terbuka dalam masalah-masalah seperti ini,”  lanjutnya.

BACA JUGA : TKI Dieksekusi Mati Tanpa Pemberitahuan Setelah Mendekam 13 Tahun Dipenjara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here