Prabowo Dinilai Tak Konsisten Lantaran Gunakan Informasi Asing!

0
1235
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest
Copyright©metrotvnews

Pernyataan Prabowo Terkait Prediksi Indonesia Bubar 2030 Mendapatkan Tanggapan dari PSI

Indowarta.com – Pernyataan yang disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengenai prediksi Indonesia bubar 2030 mendatang dianggap merupakan sikap tidak konsisten. Adanya prediksi itu berasal dari informasi negara asing.

BACA JUGA : Usai Menjalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka, Zumi Zola Tak Ditahan KPK

Prabowo Subianto sebagai ketua umum menggunakan informasi dari negara asing untuk membakar semangat kader Gerindra. Ya, padahal Gerindra sangat sering menggunakan narasi anti-asing,” kata Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Jika dibilang anti-asing, menurutnya sudah tidak masuk akal lagi jika Gerindra telah mempercayai validasi dan kredibilitas laporan itu. Adanya bentuk inkonsistensi ini dalam berpolitik akan dapat menyebabkan kredibilitas dari Gerindra mengalami penurunan.

“Apalagi kita tahu bahwa sang ketua umum ingin maju di pilpres mendatang,” ucap dia.

Strategi politik yang dijalankan oleh Gerindra, kata Rian, merupakan cara politik yang lama dan using. Padahal menurutnya sekarang ini musuh Indonesia adalah korupsi. “Musuh kita hari ini adalah korupsi dan sentimen SARA dan juga politikus yang menghalalkan segala cara,” pungkasnya.

Prabowo
Copyright©Detik

Seperti diketahui sebelumnya, melalui lama resmi Facebook Gerindra telah mengunggah pidato politik dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Disela pidato itu, dia mengatakan bahwa telah mendapatkan kajian yang menyatakan nasib Indonesia akan bubar di tahun 2030 mendatang.

BACA JUGA : Menguji Data Prabowo Soal Indonesia Bubar 2030!

“Saudara-saudara. Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030,” ungkap Prabowo dalam video tersebut.

“Bung, mereka ramalkan kita ini bubar,” tambahnya.

Disamping itu, Prabowo juga berbicara mengenai aset yang sekarang ini dimiliki oleh negara, yang diketahui hanya sebesar 1 persen saja. Serta kekayaan Indonesia yang sekarang ini telah dimanfaatkan dan dikelola oleh pihak asing.

“Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian. Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang, semakin culas, semakin maling. Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi,” ungkap Prabowo dalam video itu.

BACA JUGA : Sidang Perceraian Ahok Dan Veronica Tan Segera Diputuskan Oleh Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here