Kawah Ijen Semburkan Gas Beracun, Pertanda Apakah?

0
822
Evakuasi Warga terdampak Gas Beracun Gunung Ijen
Copyright©Dok BNPB

Warga Merasa Sesak Ketika Terdampak Gas Beracun Dari Kawah Ijen

Indowarta.com – Kondisi di Desa Kalianyar, di Kecamatan Ijen tiba-tiba berubah mencekap, pada Rabu (21/3/18) malam. Sebagian besar warga yang tinggal dikawasan itu merasa tenggorokan mereka pahit dan kering, serta dada pun terasa sesak untuk bernafas.

BACA JUGA : Anies Baswedan Geram Akibat Adanya Kebocoran Informasi Penutuapan Hotel Alexis

Banyak warga yang mengeluhkan mual sampai muntah-muntah. Bahkan ada yang merasa kondisi bada mereka mulai lemas. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata penyebab dari kondisi itu disebabkan adanya gas beracun dari Kawah Ijen.

Gas itu dibawa oleh angina yang mengarah ke barat menuju Bondowoso. Sedangkan ada yang menduga kalau gas berbahaya itu dibawah oleh aliran Singa Kalipahit (Banyupahit) yang berasal daru hulu Kawah Ijen.

Tercatat ada 30 orang mengalami keracunan, para korban seluruhnya telah dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan. Disamping itu, sejumlah hewan ternak warga banyak yang mati akibat dari gas Kawah Ijen ini.

Ahli vulkanologi, Surono mengatakan bahwa timbulnya gas beracun yang berasal dari Kawah Ijen ini bukan merupakan hal yang luar biasa. Namun yang tidak biasa adalah penyebarannya yang terbilang sangat jauh.

“Pasti ada masalah karena biasanya warga biasa-biasa saja. Tentunya ada sesuatu yang tak beres, bisa saja gasnya terlalu banyak,” ujar dia, Kamis (22/3/18).

Gunung Ijen
Copyright©Sea Soldier Banyuwangi

Dia menilai bahwa jarak antara Kawah Ijen dengan pemukiman warga yang terdapak gas beracun ini terbilang sangat aman.  “Kecuali ada warga yang mendekat ke kawah itu,” pungkasnya.

BACA JUGA : Peristiwa Warga Terpapar Gas Beracun Gunung Ijen Diluar Dugaan Sebelumnya

Akan tetapi, bila ada hembusan atau tekanan yang lebih meningkat, maka bukan tidak mungkin lagi akan menyebar dengan jarak lebih jauh. “Apalagi sekarang musim hujan. Karena tekanan yang terlalu tinggi, gas bisa melayang setinggi manusia,” jelas pria yang kerap disapa Mbah Rono ini.

Surono mejelaskan gas beracun yang beberapa waktu ini menyerang warga lebih berbaya jika dibandingkan yang berasal dari gunungnya. “Karena gasnya mematikan. Kalau terlalu banyak dihirup oleh manusia, nantinya bisa mematikan,” tutur dia.

Sedangkan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM Kasbani menyatakan, adanya potensi keluarnya gas beracun dari Kawah Ijen ini akan selalu muncul.

“Ini letupan kecil, ada danau kawah dan banyak gas. Kita belum pastikan ini kenapa,” jelas dia.

BACA JUGA : Banjir Bandang di Cicaheum Bandung Akibat Ekspolitasi KBU?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here