Korban Kasus Abu Tours Sebanyak 86 Ribu Yang Tersebar di 15 Provinsi

0
560
Abu Tours,
Copyright©tribunnews

Uang Dari Seluruh Jamaah Abu Tour Yang Menjadi Korban Sekitar Rp 1,8 Triliun

Indowarta.com – Polda Sulawesi Selatan telah ditunjuk oleh Mabes Polri untuk menangani kasus penipuan jamaah umrah Abu Tours, walau diketahui seluruh korbannya terdapat di 14 provinsi di seluruh Indonesia.

BACA JUGA : Pengumuman Justice Collaborator Setya Novanto Diumumkan Pekan Depan!

“Korbannya semua itu tersebar di 15 provinsi dan untuk penanganannya, Mabes Polri sudah tunjuk Polda Sulsel satu-satunya yang menangani kasus ini,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, di Makassar, Sabtu (24/3/18).

Dia menjelaskan, untuk seluruh korban penipuan di 15 provinsi itu langsung melaporkan ke polda masing-masing. Setelah adanya laporan tersebut, hanya Polda Sulsel yang akan memproses kasus ini hingga selesai.

Alasan Mabes Polri tunjuk Polda Sulsel ini karena lokasi kantot pusat biro perjalanan haji dan umrah Abu Tours tersebut di Makassar, Sulsel. Sehingga hal ini dilakukan untuk lebih mengefektifkan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.

“Lebih kepada efektivitas penyelidikan dan penyidikan saja karena kantor pusatnya di sini (Makassar), sehingga mabes tunjuk Polda Sulsel,” ungkap dia.

Abu Tours
Copyright©tribunnews

Dicky mengatakan, bahwa jumlah seluruh jamaah umrah Abu Tours berdasarkan dari data Kementerian Agama yang masih belum diberangkatkan sekitar 86.720 orang. Dari jumlah tersebut, seluruh korbanya tersebar di 15 provinsi dan uang yang sudah disetorkan oleh para jamaah mencapai lebih dari Rp 1,8 triliun.

BACA JUGA : Mantan Karyawan First Travel Setidaknya Sebut Syahrini Terima Bayaran Rp 1 Miliar!

“Ini data kami terima dari Kemenag dan itu adalah jumlah jemaah yang belum diberangkatkan. Jamaah dirugikan hingga Rp1,8 triliun berdasarkan harga paket biaya umrah itu,” sambungnya.

Akibat dari ketidakmampuan pihak Abu Tours untuk memberangkatkan para jamaah umrah dan haji tersebut, polisi menjerat tersangka yang bersangkutan pada Undang Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah jo pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta pasal 45 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman 20 tahun hukuman penjara dan denda 10 miliar.

Sebelumnya, izin usaha travel umrah dan haji dari Abu Tour milik Hamzah Mamba ini akan dicabut oleh Kementerian Agama (Kemenag). Keputusan ini diambil dari hasil investigasi dan audit bahwa perusahaan tersebut sudah menyimpang dari aturan.

“SK izin operasional Abu Tours Nomor 559 Tahun 2017 tanggal 12 Juli 2007 itu akan segera kami cabut berdasarkan hasil temuan kami terkait Abu Tours ini,” jelas Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenang Sulsel Kaswad Sartono di Mapolda Sulsel, Jumat (23/3/18).

BACA JUGA : Bareskrim Polri Terus Usut Kasus Kelompok The Family MCA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here