Presiden Jokowi Diminta Untuk Jadikan Proyek Strategis Pada Tambak Udang Dipasena

0
3388
Tambak Udang Dipasena
Copyright©tribunnews

KEIN Menilai Tambak Udang Dipasena Dapat Dijadikan Proyek Strategis

Indowarta.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan diminta oleh Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) untuk mempertimbangkan kawasan Bumi Dipasena menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini dinilai perlu untuk dilakukan dengan tujuan pembenahan sentra udang di Kabupaten Tulung Bawang, Provinsi Lampung itu agar berjalan dengan komprehensif.

BACA JUGA : 2 Faktor Penghambat Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal I 2018

“Ini program kami bersama agar menjadi PSN,” ujar anggota KEIN M. Najikh setelah menjalani rapat revitalisasi tambak udang rakyat Bumi Dipasena di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, (26/3/18).

Najikh yang merupakan pemimpin rapat itu mengungkapkan, dengan status strategis, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah yang berhasil dibangkitkan kembali.

Dia menilai bahwa keberhasilan yang dilakukan di NTB ini dapat disalurkan ke Lampung, yang dijadikan sebagai proyek strategis. Sehingga dengan itu, dia mengharapkan kepada seluruh pemangku kebijakan agar menyuaraka mengenai Dipasena sebagai status strategis pada beberapa kesempatan.

“Karena semua tahu sebenarnya tambak udang Vaname terbesar di dunia dulunya di Dipasena,” pungkasnya.

Tambak Udang Dipasena,
Copyright©dok. p3uw lampung

Dalam kesempatan yang sama, Gellwyn Yusuf selaku Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, bahwa peningkatan di kawasan Dipasena ini menjadi strategis dan prioritas, sehingga membuat penangananya tidak dapat dilakukan secara setengah-setengah.

BACA JUGA : Makin Lemah, Rupiah Bisa Melempem Sampai Rp 15.000 Per Dollar?

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Lampung diharuskan untuk lebih dulu melakukan penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Sehingga kawasan Dipasena akan menjadi kawasan pengambangan pangan khusus.

“Kalau tidak pengembangannya akan parsial saja,” kata dia.

Terkait dengan usulan tersebut, telah disambut baik oleh Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya Nafian Faiz. Adanya pembangunan kawasaan yang sudah terintegrasi akan dapat nembuat produksi vaname Dipasena kembali meningkat. Kawasan ini merupakan nama lain dari Kecamatan Rawa Jitu Timur.

Pada saat masa jayanya, diketahui bahwa total produksi udang vaname dan windu yang terdapat di delapan kampung Depasena sudah mencapai 200 ton per hari. Namun sekarang ini produksi yang ada di wilayah itu hanya mampu sampai pada 20-30 ton per hari.

“Persoalannya hanya sekitar keberadaan listrik, jalan, kanal hingga budidaya,” tutur Nafian.

BACA JUGA : Syarat Ikut Program Rumah DP 0 Rupiah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here