Harga BBM Jenis Pertalite Melonjak, Premium Mengalami Kelangkaan

0
704
Harga BBM
Copyright©Kontan

Pertamina Naikkan Harga BBM Jenis Pertalite Sesuai Dengan Harga Minyak Dunia

Indowarta.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebesar Rp 200 per liter telah dilakukan oleh PT Pertamina. Adanya kenaikan ini sudah mulai diberlakukan untuk seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

BACA JUGA : BPOM Diminta Komisi IX Untuk Menarik Obat Mengandung Babi

Sehingga dengan adanya kenaikan harga BBM tersebut, harga jual Pertalite untuk wilayah Jakarta mencapai RP 7.800 yang sebelumnya berada di harga Rp 7.600 per liter. Sedangkan untuk Provinsi lainnya, harga kisaran Rp 7.800 sampai Rp 8.150 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, adanya penyesuaian harga BBM jenis Pertalite ini adalah dampak dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Disamping itu, sekarang ini dilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Kedua faktor penentu kenaikan harga BBM mengharuskan perubahan harga. Saat ini harga minyak mentah sudah hampir menyentuh angka US$ 65 per barel, ditambah nilai rupiah juga menunjukkan kecenderungan melemah,” ujar dia, Minggu (25/3/18).

Copyright ©Merdeka

Disamping adanya kenaikan harga BBM, beberapa wilayah dilaporkan telah terjadi kelangkaan bahan bakar minyak jenis Premium,  kelangkaan ini terjadi pada saat adanya kenaikan harga jual Pertalite yang sudah mulai diberlakukan.

BACA JUGA : Mulai Sabtu Kemarin, Harga BBM Naik Lagi, Berikut Rinciannya!

Menanggapi hal ini, Direktur Pemasaran Korporat dan Retail Pertamina ‎M Iskandar mengungkapkan, untuk di Jawa tidak bisa dikatakan mengalami kelangkaan. Hal itu karena Pertamina memang sudah tidak diwajibkan untuk menyalurkan BBM jenis Premium di wilayah Jawa.

Sedangkan untuk kelangkaan yang terjadi dikawasan Riau dan Lamping, kata dia, dapat diakibatkan karena faktor politik. Iskandar menduga bahwa ada permainan oknum menjelang diselenggarakannya pemilihan kepala daerah di wilayah tersebut.

Iskandar mengatakan bahwa harga BBM jenis Premium dan Solar subsidi yang ditetapkan pemerintah tidak seseuai dengan harga seharusnya. Hal itu dikarenakan dua jenis BBM tersebut harganya tidak menyesuaikan harga minyak dunia.

Jika saja mengacu pada formula penentuan harga BBM, maka Premium seharusnya di jual dengan harga Rp 8.600 per liter. Akan tetapi, pemerintah sudah memutuskan untuk mejual Premium dengan harga Rp 6.450 per liter, untuk wilayah penugasan di luar Jawa, Bali, Madura.

BACA JUGA : Soal Tanah Abang, Ombudsman Bantah Niat Politik Pada Anies Baswedan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here