Mulai Pekan Ini Tarif Ojek Online Naik, Berikut Harga Terbarunya

0
1805
Ojek Online
Copyright©liputan6

Pemerintah Sudah Membuat Kesepakatan Untuk Menaikkan Tarif Ojek Online

Indowarta.com – Ujuk rasa para driver ojek online yang menyampaikan tuntutannya untuk kenaikan tarif ojek online akhirnya berbuah hasil. Usai melakukan pertemuan dengan para perusahaan transportasi online, pemerintah telah mamastikan bahwa perusahaan akan melakukan kenaikan tarif.

BACA JUGA : Di Kampung Yabosorom, Satu Orang Pertugas Kesehatan Dibunuh KKB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Komunikasi, Rudiantara, serta Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko telah melakukan diskusi tentang persoalan tarif ojek online yang sudah dianggap para pengemudi bahwa ojek online terlalu murah, pertemuan tersebut dilakukan di Kantor Staf Presiden, Rabu (28/3/18).

Berdasarkan pertemuan itu, pemerintah meminta kepada penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi tersebut untuk menetapkan tarif yang diberlakukan kepada pengemudi ojek online lebih baik dari sebelumnya.

“Penentuan tarif harus dilakukan dengan baik,” ujar Budi Karya Sumadi, Rabu (28/3/18)

Terkait dengan ini, pemerintah sudah mengintervensi secara informal kepad perusahaan yang bersangkutan, dalam hal ini adalah GoJek dan Grab Indonesia. Dengan tujuan agar menaikkan tarif ojek online dari sebelumnya yang berada di Rp 1.600 per kilometer.

“Banyak sekali instrumen yang bisa mengintervensi,” pungkasnya.

Ojek Online
Copyright©tribunnews

Para pengemudia ojek online mengharapkan, dalam pertemuan bersama dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (27/3/18), tarif ojek online dalam merangsek naik, yang awalnya Rp 1.600 per kilometer menjadi Rp 2.500 per kilometer.

BACA JUGA : Adanya Makarel Bercacing, Pemerintah Diminta Lakukan Pembentukan Tim Khusus

Hasil pertemuan itu, telah disepakati bahwa perusahan transportasi berbasis aplikasi tersebut akan melakukan kenaikan pada tarif ojek online mulai Senin, 2 April 2018. Besarannya tersebut yaitu Rp 2.000 per kilometer.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, pemerintah telah membuat kesepakatan dengan perusahaan transportasi online dengan melihat dua hal. Pertama, bisnis trasportasi online telah memberikan kontribusi cukup besar untuk penyediaan lapangan kerja.

“Ruang kondusif bagi bidang ini bakal terus dijaga,” kata dia.

Kedua, penetapan tarif ojek online itu tidak memiliki pengaruh pada iklim usaha. Hal itu karena penetapan tarif tersebut memang seharusnya diperlukan. Akan tetapi, status sepeda motor dalam Undang-Undang Lalu Lintas tidak termasuk transportasi publik, sehingga menyulitkan pemerintah untuk menetapkan tarif yang akan diberlakukan.

BACA JUGA : Polisi Barhasil Amankan Pelaku Teror Bom Molotov Di Pekanbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here